Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Warga Kabupaten Kudus di bagian atas diminta untuk waspada selama beberapa hari ke depan. Pasalnya, kerawanan longsor cukup tinggi seiring dengan intensitas hujan yang terjadi.

Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi juga diprakirakan akan masih mengguyur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menyebut, hujan dalam beberapa hari terakhir akan menimbulkan dampak, setidaknya dalam beberapa hari ke depan.

"Kerawanan untuk tanah longsor masih mungkin terjadi utamanya di daerah atas, karena kemarin juga banyak (peristiwa longsor, Red)," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Rinardi Budiyanto, Selasa (1/3/2022).

Rinardi menyampaikan bila pada hari Senin (28/2/2022) kemarin, terjadi setidaknya sepuluh hingga sebelas peristiwa tanah longsor. Kejadian kebencanaan tersebut tersebar di beberapa desa di wilayah Kudus bagian atas.

Baca: Dua Wisatawan Terkena Longsor di Rahtawu Kudus

Mulai dari Desa Rahtawu hingga Desa Menawan di Kecamatan Gebog, dan sejumlah titik lainnya di Kecamatan Dawe.

"Apalagi Dawe itu, mereka berpotensi kena longsor dan angin kencang itu," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi peristiwa kebencanaan tersebut, Rinardi mengatakan relawan kini telah mulai turun mengantisipasi terjadinya guguran longsor.

"Semua rekan-rekan sudah mulai bergerak mengantisipasi terjadinya bencana longsor di titik-titik langganan," terangnya.Di musim hujan seperti ini, Rinardi meminta agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.“Prediksi musim hujan masih sampai Maret mendatang, karena itu harus tetap waspada utamanya di desa-desa rawan bencana,” kata dia.Baca: Wisatawan Tertimpa Longsor di Rahtawu Kudus, Bupati Perintahkan IniAntisipasi dengan penyiapan tas evakuasi berisi surat-surat berharga maupun perlengkapan pengungsian pun dianjurkan. Sehingga ketika terjadi bencana alam yang tiba-tiba dan membutuhkan evakuasi, prosesnya bisa cepat dilakukan.“Kepala desa diharapkan aktif memonitoring warga dan wilayahnya, kerja bakti juga diharapkan bisa dijalankan bila diperlukan, kami juga siap membantu,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler