MURIANEWS, Kudus – Warga Kabupaten Kudus di bagian atas diminta untuk waspada selama beberapa hari ke depan. Pasalnya, kerawanan longsor cukup tinggi seiring dengan intensitas hujan yang terjadi.
Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi juga diprakirakan akan masih mengguyur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menyebut, hujan dalam beberapa hari terakhir akan menimbulkan dampak, setidaknya dalam beberapa hari ke depan.
"Kerawanan untuk tanah longsor masih mungkin terjadi utamanya di daerah atas, karena kemarin juga banyak (peristiwa longsor, Red)," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD
Kudus Rinardi Budiyanto, Selasa (1/3/2022).
Rinardi menyampaikan bila pada hari Senin (28/2/2022) kemarin, terjadi setidaknya sepuluh hingga sebelas peristiwa tanah longsor. Kejadian kebencanaan tersebut tersebar di beberapa desa di wilayah Kudus bagian atas.
Baca: Dua Wisatawan Terkena Longsor di Rahtawu KudusMulai dari Desa Rahtawu hingga Desa Menawan di Kecamatan Gebog, dan sejumlah titik lainnya di Kecamatan Dawe.
"Apalagi Dawe itu, mereka berpotensi kena longsor dan angin kencang itu," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi peristiwa kebencanaan tersebut, Rinardi mengatakan relawan kini telah mulai turun mengantisipasi terjadinya guguran longsor.
"Semua rekan-rekan sudah mulai bergerak mengantisipasi terjadinya bencana longsor di titik-titik langganan," terangnya.Di musim hujan seperti ini, Rinardi meminta agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.“Prediksi musim hujan masih sampai Maret mendatang, karena itu harus tetap waspada utamanya di desa-desa rawan bencana,” kata dia.
Baca: Wisatawan Tertimpa Longsor di Rahtawu Kudus, Bupati Perintahkan IniAntisipasi dengan penyiapan tas evakuasi berisi surat-surat berharga maupun perlengkapan pengungsian pun dianjurkan. Sehingga ketika terjadi bencana alam yang tiba-tiba dan membutuhkan evakuasi, prosesnya bisa cepat dilakukan.“Kepala desa diharapkan aktif memonitoring warga dan wilayahnya, kerja bakti juga diharapkan bisa dijalankan bila diperlukan, kami juga siap membantu,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_275289" align="alignleft" width="1280"]

Relawan bersama warga setempat membersihkan longsor yang menimpa dua wisatawan asal Jepara di Desa Rahtawu Kudus, Minggu (27/2/2022). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Warga Kabupaten Kudus di bagian atas diminta untuk waspada selama beberapa hari ke depan. Pasalnya, kerawanan longsor cukup tinggi seiring dengan intensitas hujan yang terjadi.
Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi juga diprakirakan akan masih mengguyur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menyebut, hujan dalam beberapa hari terakhir akan menimbulkan dampak, setidaknya dalam beberapa hari ke depan.
"Kerawanan untuk tanah longsor masih mungkin terjadi utamanya di daerah atas, karena kemarin juga banyak (peristiwa longsor, Red)," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD
Kudus Rinardi Budiyanto, Selasa (1/3/2022).
Rinardi menyampaikan bila pada hari Senin (28/2/2022) kemarin, terjadi setidaknya sepuluh hingga sebelas peristiwa tanah longsor. Kejadian kebencanaan tersebut tersebar di beberapa desa di wilayah Kudus bagian atas.
Baca: Dua Wisatawan Terkena Longsor di Rahtawu Kudus
Mulai dari Desa Rahtawu hingga Desa Menawan di Kecamatan Gebog, dan sejumlah titik lainnya di Kecamatan Dawe.
"Apalagi Dawe itu, mereka berpotensi kena longsor dan angin kencang itu," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi peristiwa kebencanaan tersebut, Rinardi mengatakan relawan kini telah mulai turun mengantisipasi terjadinya guguran longsor.
"Semua rekan-rekan sudah mulai bergerak mengantisipasi terjadinya bencana longsor di titik-titik langganan," terangnya.
Di musim hujan seperti ini, Rinardi meminta agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Prediksi musim hujan masih sampai Maret mendatang, karena itu harus tetap waspada utamanya di desa-desa rawan bencana,” kata dia.
Baca: Wisatawan Tertimpa Longsor di Rahtawu Kudus, Bupati Perintahkan Ini
Antisipasi dengan penyiapan tas evakuasi berisi surat-surat berharga maupun perlengkapan pengungsian pun dianjurkan. Sehingga ketika terjadi bencana alam yang tiba-tiba dan membutuhkan evakuasi, prosesnya bisa cepat dilakukan.
“Kepala desa diharapkan aktif memonitoring warga dan wilayahnya, kerja bakti juga diharapkan bisa dijalankan bila diperlukan, kami juga siap membantu,” pungkasnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha