MURIANEWS, Kudus – Capaian investasi yang masuk di Kabupaten Kudus tahun 2022 ini diperkirakan masih belum menggembirakan. Mengingat pada tahun lalu, realisasi investasi jauh dari target.
Tahun 2021 lalu target investasi Pemkab Kudus ditetapkan sebesar Rp 9 triliun. Namun realisasinya hanya 1,9 triliun,
Walaupun begitu, target resmi Pemkab Kudus tahun 2022 hingga saat ini belum ditentukan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal karena masih menunggu rampungnya pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari masing-masing investor.
“Bila sesuai perkiraan (target, red) bahkan tidak sampai Rp 4 triliun. Karena memang masih dalam masa pandemi juga,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Revli Subekti, Sabtu (5/3/2022).
Baca: Bila Deal, Investasi dari Tiongkok ke Kudus Bisa TriliunanWalaupun begitu, pihaknya tetap optimis bisa menaikkan jumlah investasi yang masuk ke Kota Kretek.
Hal ini menyusul tengah digarapnya Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah( RTRW) oleh legislatif tahun ini. Perda tersebut pun kini hanya tinggal menunggu revisi dan pengesahan saja.
“Kami optimislah ini bisa tercapai, karena salah satu kendala minimnya investasi tahun kemarin ya karena Perda tersebut belum rampung,” terangnya.
Untuk saat ini sendiri, sejumlah investor asal Tiongkok tengah melirik Kabupaten Kudus sebagai salah satu wilayah yang akan mereka tanami investasi. Bila benar jadi, Kudus bisa saja ketiban investasi mencapai triliunan rupiah.
Baca: Lokasi Ini Jadi Titik Strategis Gondola di Rahtawu KudusAdapaun nominal tersebut didapatkan dari sejumlah calon proyek investasi, yakni pengolahan energy terbaharukan di TPA Tanjungrejo, Kereta gantung di Desa Colo-Ternadi-Rahtawu, dan dua lahan mangkrak Ngasirah dan Matahari.Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri, memberi batas waktu pada investor Tiongkok untuk segera menindaklanjuti ketertarikannya ini.
Baca: Lahan Mangkrak di Kudus Ini Bikin Investor Tiongkok KepincutUntuk TPA Tanjungrejo, Pemkab memberi batas kajian maksimal dua tahun lamanya. Bila memang tidak ada perkembangan apapun , maka Pemkab akan memutus MoU yang telah disepakati bersama.Tak hanya calon investor TPA, calon investor lahan bekas Gedung Ngasirah dan Mal Matahari Kudus punya waktu enam bulan untuk menindaklanjuti ketertarikannya membangun di dua lahan tersebut.“Semoga ini nanti bisa terealisasi, walaupun sebenarnya Kudus masih membutuhkan investasi di sektor padat karya,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_276200" align="alignleft" width="1280"]

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Revli Subekti, Sabtu (5/3/2022). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Capaian investasi yang masuk di Kabupaten Kudus tahun 2022 ini diperkirakan masih belum menggembirakan. Mengingat pada tahun lalu, realisasi investasi jauh dari target.
Tahun 2021 lalu target investasi Pemkab Kudus ditetapkan sebesar Rp 9 triliun. Namun realisasinya hanya 1,9 triliun,
Walaupun begitu, target resmi Pemkab Kudus tahun 2022 hingga saat ini belum ditentukan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal karena masih menunggu rampungnya pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari masing-masing investor.
“Bila sesuai perkiraan (target, red) bahkan tidak sampai Rp 4 triliun. Karena memang masih dalam masa pandemi juga,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Revli Subekti, Sabtu (5/3/2022).
Baca: Bila Deal, Investasi dari Tiongkok ke Kudus Bisa Triliunan
Walaupun begitu, pihaknya tetap optimis bisa menaikkan jumlah investasi yang masuk ke Kota Kretek.
Hal ini menyusul tengah digarapnya Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah( RTRW) oleh legislatif tahun ini. Perda tersebut pun kini hanya tinggal menunggu revisi dan pengesahan saja.
“Kami optimislah ini bisa tercapai, karena salah satu kendala minimnya investasi tahun kemarin ya karena Perda tersebut belum rampung,” terangnya.
Untuk saat ini sendiri, sejumlah investor asal Tiongkok tengah melirik Kabupaten Kudus sebagai salah satu wilayah yang akan mereka tanami investasi. Bila benar jadi, Kudus bisa saja ketiban investasi mencapai triliunan rupiah.
Baca: Lokasi Ini Jadi Titik Strategis Gondola di Rahtawu Kudus
Adapaun nominal tersebut didapatkan dari sejumlah calon proyek investasi, yakni pengolahan energy terbaharukan di TPA Tanjungrejo, Kereta gantung di Desa Colo-Ternadi-Rahtawu, dan dua lahan mangkrak Ngasirah dan Matahari.
Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri, memberi batas waktu pada investor Tiongkok untuk segera menindaklanjuti ketertarikannya ini.
Baca: Lahan Mangkrak di Kudus Ini Bikin Investor Tiongkok Kepincut
Untuk TPA Tanjungrejo, Pemkab memberi batas kajian maksimal dua tahun lamanya. Bila memang tidak ada perkembangan apapun , maka Pemkab akan memutus MoU yang telah disepakati bersama.
Tak hanya calon investor TPA, calon investor lahan bekas Gedung Ngasirah dan Mal Matahari Kudus punya waktu enam bulan untuk menindaklanjuti ketertarikannya membangun di dua lahan tersebut.
“Semoga ini nanti bisa terealisasi, walaupun sebenarnya Kudus masih membutuhkan investasi di sektor padat karya,” pungkasnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha