Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Ribuan hektare persawahan di Kecamatan Jekulo, dan Mejobo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mulai merasakan dampak positif adanya Bendungan Logung Kudus. Peningkatan produktivitas pun mulai dirasakan di sejumlah titik.

Sub Koordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah menyampaikan, ada 500-an hektare area persawahan yang kini bisa menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun.

Padahal sebelumnya, mereka hanya bisa menanam padi sebanyak dua kali masa tanam saja.

“Dampaknya sudah bisa dirasakan. Ke depan mungkin akan lebih luas lagi bila ada penambahan jaringan irigrasi,” kata dia, Kamis (10/3/2022).

Baca: Air Baku Bendungan Logung Belum Bisa Dimanfaatkan, Ini Sebabnya

Arin menambahkan, pada tahun 2021 sendiri sudah ada sebanyak  3.800 hektare area persawahan yang telah diairi dengan menggunakan cadangan air Logung. Sementara target luasan lahan yang bisa diairi adalah sebesar 5.800 hektare.

“Tentu pemerintah daerah akan mengupayakan semaksimal mungkin agar manfaat adanya bendungan tersebut bisa dirasakan lebih besar lagi,” pungkasnya.
“Tentu pemerintah daerah akan mengupayakan semaksimal mungkin agar manfaat adanya bendungan tersebut bisa dirasakan lebih besar lagi,” pungkasnya.Baca: Viral Ikan Seberat 12 Kg Ditemukan di Waduk Logung Kudus, Warganet Kaitkan Hal MistisUntuk diketahui, Lahan seluas 3.800 hektare tersebut tersebar di Kecamatan Mejobo dan Jekulo. Luasan terbesar, berada di Kecamatan Jekulo yang menyebar di tujuh desa, sementara di Mejobo tersebar di empat desa.Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus kini juga tengah melirik Logung sebagai sumber air baku untuk ke depannya.Bendungan yang mulai dibangun pada tahun 2014 itu diperkirakan bisa menyuplai air baku mencapai 200 liter per detik. Jumlah tersebut pun bisa menambah pelanggan baru hingga 12.000 sambungan rumah. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler