Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus kembali mengalami kenaikan di awal Maret 2022 ini. Harganya pun kini menembus Rp 12.000 per kilogram atau naik seribu rupiah dari bulan lalu yang berada di kisaran Rp 11 ribu.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf menyampaikan, harga saat ini kembali menjadi harga yang paling tinggi. Sebelumnnya, harga kedelai hanya berkisar di Rp 9.000 hingga Rp 10.700 saja.

“Kenaikannya sudah mulai terjadi awal pekan kemarin dan lagi-lagi jadi yang paling tinggi,” ujar dia Senin (14/3/2022).

Baca: Pasok Kebutuhan Kedelai, Bulog akan Impor dari Thailand dan Brasil

Pihaknya pun belum mengetahui pasti mengapa harga kedelai mengalami fluktuasi. Namun berkaca dari yang sudah-sudah, kenaikan disinyalir karena adanya perubahan kurs dolar dan kenaikan pada indeks perdagangan.

Walau begitu, jumlah permintaan kedelai di Kudus untuk saat ini cenderung stabil. Ketersediaan stok pun diungkapkannya masih aman untuk kebutuhan pengrajin tahu dan tempe.
Walau begitu, jumlah permintaan kedelai di Kudus untuk saat ini cenderung stabil. Ketersediaan stok pun diungkapkannya masih aman untuk kebutuhan pengrajin tahu dan tempe.“Stok di awal pekan ini ada sekitar 30 ton, jadi masih aman untuk memenuhi kebutuhan pengrajin tempe dan tahu di Kudus, “ pungkasnya.Baca: Syukur Deh…Pemerintah Siapkan Subsidi KedelaiUntuk diketahui, jumlah produsen tahu dan tempe di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 300 lebih. yang tersebar di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Mejobo, Kota, Jekulo, Kaliwungu, Dawe, Bae, Gebog, Undaan, dan Jati. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler