Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Harga BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan menjadi Rp 12.500 per liter. Alhasil, warga banyak yang beralih ke pertalite yang harganya lebih murah yakni Rp 7.650.

PT Pertamina pun meminta masyarakat kalangan menengah ke atas untuk tetap menggunakan BBM jenis Pertamax.

Mereka beralasan, bila para warga kaya ikut-ikutan menggunakan BBM subsidi pemerintah, dalam hal ini jenis Pertalite, maka bisa jadi memberatkan anggaran negara karena banyaknya yang harus disubsidi.

“Ketika kalangan mampu tidak ikut-ikutan menggunakan pertalite tentunya tidak akan membebani APBN,” kata Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina (Persero) Brasto Galih Nugroho di Kudus, Senin (4/4/2022).

PT Pertamina sendiri, lanjut Brasto, akan terus menjamin ketersediaan stok baik untuk BBM jenis pertamax dan utamanya jenis pertalite.

Baca: Reaksi Warga Kudus saat Pertamax Naik jadi Rp 12.500

Brasto menyebut, ketahanan stok pertalite dan pertamax series di fuel terminal atau Terminal BBM PT Pertamina Jateng dan DIY masih bagus. Sesuai datanya, ketahanan stok akan bertahan selama 11,5 hari ke depan.
Brasto menyebut, ketahanan stok pertalite dan pertamax series di fuel terminal atau Terminal BBM PT Pertamina Jateng dan DIY masih bagus. Sesuai datanya, ketahanan stok akan bertahan selama 11,5 hari ke depan.Angka tersebut baru angka di fuel terminal, belum termasuk kilang dan kapal yang sedang mengantarkan BBM.“Untuk setiap hari atau periodik ada penambahan suplai ke fuel terminal. Ketika fuel terminal mendapatkan suplai dari kapal atau pipa BBM, maka stoknya bertambah. Dan setiap hari ada pengiriman fuel terminal ke SPBU,” paparnya.Baca: Pertalite di Sejumlah SPBU Pati KosongUntuk distribusi BBM ke masing-masing SPBU disesuaikan dengan permintaan masing-masing pengelola SPBU. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler