Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus pada Maret 2022 kemarin mengalami inflasi sebesar 0,81 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni sebesar 108,07. Tahu dan minyak goreng berperan dalam inflasi ini.

Angka tersebut terbilang masih aman bila dibandingkan dengan daerah pembanding lainnya di Jawa Tengah. Seperti Cilacap dengan inflasi sebesar 1,19 persen, Kota Surakarta sebesar 0,93 persen, Kota Tegal 0,89, dan Purwokerto sebesar 0,82 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santosa menyampaikan, pemicu tingginya inflasi di Kudus pada Maret adalah karena naiknya harga barang-barang di tujuh kelompok pengeluaran.

Adapun tujuh kelompok pengeluaran itu adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menyumbang inflasi sebesar 1,41 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,16 persen, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,43 persen.

Kelompok yang menyumbang inflasi lainnya adalah kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,27 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,06 persen.

Baca: Percetakan Alquran Tertua di Kudus Ini Dulu Juga Cetak Buku Nikah

Selanjutnya, adalah kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,12 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen.
Selanjutnya, adalah kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,12 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen.“Adapun komoditas yang menyebabkannya adalah kenaikan minyak goreng, tahu mentah, celana jeans, cat tembok, hingga kue kering berminyak,” kata dia Senin (4/4/2022).Walau begitu, imbuh dia, ada sejumlah kelompok yang masih stabil di bulan Maret. Di antaranya kelompok pengeluaran kesehatan, kelompok pengeluaran informasi komunikasi dan jasa keuangan, kelompok rekreasi olahraga dan budaya. Serta kelompok pendidikan.“Beberapa komoditasnya masih stabil harganya,” pungkas RahmadiSebagai informasi, tingkat inflasi pada tahun kalender Maret 2022 adalah sebesar 1,65 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2022 terhadap Maret 2021) sebesar 2,70 persen. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler