Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Antrean emak-emak yang berdesakan mewarnai bazar minyak goreng murah yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Sinar Mas di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (9/4/2022) sore.

Beberapa dari mereka bahkan saling serobot antrean hingga tarik menarik jilbab saat akan maju menebus minyak goreng yang dibatasi oleh angora Banser.

Banyak dari emak-emak juga terlibat adu mulut dengan pihak panitia, karena merasa sudah antre lama namun diserobot dan akhirnya tidak dilayani.

Mereka juga tak mengindahkan aba-aba dari panitia untuk antre yang rapi. Semua yang nampaknya ingin segera mendapatkan minyak goreng murah dua liter dengan harga Rp 30 ribu itu.

“Saya sek bu aja serobot-serobot (Saya dulu ibu jangan asal serobot antrean, red),” teruak salah seorang emak-emak yang ada di antrean.

Baca: Bazar Minyak Goreng Murah dari PBNU di Kudus Diserbu Emak-Emak

Panitia memang baru membuka dua loket pada pukul 15.30 WIB. Sementara ratusan emak-emak sudah mengantre sejak pukul 14.30 WIB.

Emak-emak baru mulai terkendali ketika panitia menyetop penjualan sementara dan membuka sejumlah loket antrean lagi.

Eny (39) warga Desa Kirig, Kudus, yang ikut antre mengatakan bazar ini memang dinantikan karena harga minyak goreng saat ini sangat mahal.“Sekarang minyak goreng mahal, kalau enggak suka kukus-kukus ya mau tidak mau goreng menggoreng, tapi ini minyak mahal terus membuat sengsara rakyat kecil,” katanya.Dia pun berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga minyak agar masyarakat tidak semakin terhimpit perekonomiannya.Baca: Jumlah Penerima BLT Minyak Goreng Naik Menjadi 23,15 Juta OrangSementara Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid  yang hadir di lokasi acara mengatakan masyarakat memang sangat terpukul dengan adanya lonjakan harga minyak goreng kemasan. Sehingga acara yang seperti ini sangat diminati dan dinantikan.“Ini menandakan masyarakat terpukul akibat kenaikan ini. Apalagi kemarin sudah mahal langka, nah ini ada harga Rp 15 ribu tentunya masyarakat sangat antusias,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler