Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid mendesak pemerintah segera mewujudkan harga minyak goreng curah yang murah di pasaran. Pasalnya sepanjang pemantauannya di lapangan, belum ada harga minyak goreng curah yang sesuai harga subsidi yakni Rp 14 ribu per liternya.

“Kami coba melakukan pantauan di pasaran, di Jepara, dan Kudus ini permasalahannya sama. Belum sampai, karena itu kami minta kepada jajaran Kementerian Perindustrian untuk mendesak industri minyak sawit segera menyediakan stok minyak gpreng yang berlimpah,” kata Nusron, Senin (11/4/2022).

Nusron menambahkan, hal tersebut merupakan amanat dari hasil rapat kabinet dan instruksi Presiden RI. Sehingga perlu untuk segera dijalankan secepat mungkin.

“Supaya masyarakat khususnya kalangan ibu-ibu ini mampu membeli minyak goreng curah seharga Rp 14 ribu,” imbuhnya.

Baca: Ganasnya Emak-Emak Berebut Minyak Goreng di Kudus

Menurutnya, ibu rumah tangga menjadi salah satu kelompok yang dirugikan dengan adanya kenaikan harga komoditas di pasaran. Sehingga perlu adanya gerakan-gerakan yang bisa meringankan beban mereka.

”Apalagi ini bulan puasa danK menjelang Idulfitri, pasti kan butuh minyak goreng,” pungkasnya.

Eny (39) Ibu rumah tangga di Kudus mengaku mulai kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga yang ramah di kantong.  Ketika ingin beralih ke minyak goreng curah pun harganya masih sama dan cenderung langka.Baca: Jumlah Penerima BLT Minyak Goreng Naik Menjadi 23,15 Juta OrangSehingga mau tak mau dia harus membeli minyak goreng kemasan dengan harga tinggi.“Sekarang minyak goreng mahal, kalau enggak suka kukus-kukus ya mau tidak mau goreng menggoreng, tapi ini minyak mahal terus membuat sengsara rakyat kecil,” katanya.Dia pun berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga minyak agar masyarakat tidak semakin terhimpit perekonomiannya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler