Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Menikmati berbagai makanan yang dijajakan pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun Kudus, Jawa Tengah, hanya cukup mengeluarkan kocek 5 rupiah, mulai dari bakso, siomay, es tung-tung hingga angkringan.

Namun ada caranya tersendiri agar masyarakat bisa menikmati program ini. Yakni dengan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS.

Bank BRI Kantor Cabang Kudus telah menjalin kerja sama dengan sejumlah PKL di sekitar Alun-Alun Simpang Tujuh untuk menyediakan makanan dengan harga 5 rupiah ini.

Bagi warga Kudus yang ingin mengakses hal ini bisa menggunakan aplikasi BRImo untuk melakukan scan pembayaran di QRIS pedagang.

Masing-masing akun, akan dibatasi transaksi sebanyak dua kali tiap harinya.

“Jadi tinggal datang, tanya, makan, scan, bayar 5 rupiah saja untuk setiap makanan atau minuman. Contohnya 10 rupiah sudah dapat siomay plus es misalnya,” kata Pimpinan cabang BRI Kabupaten Kudus Ekwan Darmawan, Senin (11/4/2022).

Baca: Ada Alquran Raksasa di Kudus, Ini Lokasinya

Dia menyebut, untuk tahap awal ada empat PKL yang digandeng untuk menyediakan makanan lima ribu rupiah itu.

Yakni siomay di dekat pintu masuk Masjid Agung Kudus, es tung-tung dan bakso malang di dekat papan baca, dan angkringan di dekat tugu cengkeh.

“Kami laksanakan program ini hingga tanggal 15 April, atau bisa saja sampai akhir Ramadan, hitung-hitung kami mengedukasi sembari bersedekah,” ujarnya.
“Kami laksanakan program ini hingga tanggal 15 April, atau bisa saja sampai akhir Ramadan, hitung-hitung kami mengedukasi sembari bersedekah,” ujarnya.Melalui gerakan ini, Ekwan berharap masyarakat bisa terbiasa melakukan pembayaran dengan cara nontunai melalui QRIS. Dengan begitu, tradisi membayar secara tunai perlahan bisa berkurang.“Ke depan kan arahnya ke cashless, jadi memang masyarakat perlu diedukasi dan diajak untuk mulai bermigrasi ke sana dari sekarang,” pungkasnya.Baca: Untuk Emak-Emak, Ini Daftar Harga Pasar Murah di Kodim KudusBRI Cabang Kudus sendiri kini masih melayani penukaran uang tunai baru. Masyarakat yang masih ingin menukarkan uang, dipersilahkan untuk datang ke Kantor Cabang BRI Kudus di Jalan Jendral Sudirman.Sementara Wawan, pedagang siomay dekat pintu masuk Masjid Agung Kudus mengatakan pihaknya memang menyediakan siomay seharga 5 rupiah untuk pembayaran dengan BRImo. Walau begitu dia memastikan tidak ada perubahan porsi.“Disubsidi dari BRI nya, jadi saya tetap menerima pemasukan dengan harga normal, sehari ada 50 porsi,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali MuntohaCatatan Redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan ulang pada judul dan isi berita demi peningkatan kualitas berita.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler