Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Momentum Hari Raya Idulfitri biasanya jadi ladang cuan bagi para produsen kue-kue kering khas Lebaran di Kabupaten Kudus. Namun sayangnya, pada perayaan kali ini dibarengi dengan kenaikan harga bahan pokok.

Hal tersebut membuat para perajin dilema. Kebanyakan dari mereka, hanya bisa menaikkan sedikit harga jual karena takut tak diterima pasar.

Hasilnya, walaupun banyak sekali orderan masuk, untung yang dirasakan tidak bisa maksimal.

Hal ini juga dialami oleh produsesn kue Lebaran asal Kelurahan Purwosari Kota Kudus, Arif Nur Habibi.

Pria berusia 31 tahun itupun mengakui jika orderan yang diterimanya tahun ini bisa dibilang membuatnya keteteran. Namun jika berbicara keuntungan, dia berani menyebut jika lebih untung tahun kemarin ketimbang tahun ini.

Baca: Toko Kue Lebaran di Pasar Kliwon Kudus Disesaki Pembeli

Dia menambahkan, untuk bahan baku saja naik sekitar 25 persen. Sementara untuk harga kuenya hanya bisa naik sebanyak 8 persen saja.

“Bahan baku banyak yang naik dan kami tidak mungkin juga menaikkan harga kue sesuai kenaikan harga bahannya di pasaran, nanti akan memberatkan para mitra kami,” ucapnya Senin (25/4/2022).

Arif mencontohkan, untuk bahan baku margarin saat ini saja sudah mencapai Rp 380 ribu per karton. Padahal tahun sebelumnya hanya Rp 255 ribu. Kemudian tepung terigu pada tahun lalu Rp 7.500 kini menjadi Rp 10.500.
Arif mencontohkan, untuk bahan baku margarin saat ini saja sudah mencapai Rp 380 ribu per karton. Padahal tahun sebelumnya hanya Rp 255 ribu. Kemudian tepung terigu pada tahun lalu Rp 7.500 kini menjadi Rp 10.500.Sementara harga jual kuenya kini ada di kisaran Rp 13.500 per toples jika membeli dalam jumlah di atas sepuluh lusin.Baca: Produsen Kue Lebaran di Kudus Berani Close Order Lebih AwalSementara untuk pembelian di bawah sepuluh lusin, diberi harga sebanyak Rp 14 ribu per toplesnya.“Sehari kami bisa memproduksi sekitar 40 sampai 50 lusin dan itu langsung ludes. Tapi karena harga bahan pokoknya naik jadi untungnya tidak seberapa, walau begitu kami tetap bersyukur masih bisa bertahan dari waktu ke waktu,” ujarnya.Arief sendiri memproduksi kue kering tanpa merek untuk kemudian bisa diberi merek para agennya. Adapun kue yang diproduksi adalah kue nastar, kue kastengel, hingga putri salju.Untuk memenuhi permintaan pasar, dia dibantu oleh 20 orang pekerjanya yang merupakan tetangga Arif. “Para pekerja itu mendapar upah sebesar Rp 14.500 per adonan. Sehari mereka bisa membuat sampai tujuh adonan,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler