Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Dua kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diminta kembali menggenjot capaian vaksinasinya, utamanya pada dosis kedua pada kategori lansia. Adapun dua kecamatan itu yakni Kecamatan Gebog dan Jekulo.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan hal itu Sabtu (30/4/2022). Mereka pun diminta kembali menggalakkan vaksinasi door to door.

“Segera ditingkatkan kembali dua kecamatan ini, jangan sampai membebani daerah lainnya untuk capaian akumulasi nanti,” ujarnya.

Baca: Pasangan Tak Resmi Lari Tunggang Langgang Lihat Satpol PP Kudus

Hartopo menambahkan, memang tidak semua desa di dua kecamatan tersebut memiliki capaian dosis dua yang rendah. Namun, ada sebagian desa yang masih belum menyentuh angka 50 persen untuk dosis duanya.

“Utamanya di desa-desa pinggiran ini, jangan sampai tertinggal,” sambungnya.

Terkait alasan kenapa hal ini bisa terjadi, Hartopo menyebutkan berdasarkan analisanya, ada beberapa penyebab seperti adanya komorbid hingga yang bersangkutan enggan melaksanakan vaksinasi kedua.

“Tapi memang banyak yang komorbid, ya kalau seperti ini harusnya memang diobati dulu, kemudian dimonitoring dan kalau sudah lolos skrining langsung saja disuntikkan,” tuturnya.
“Tapi memang banyak yang komorbid, ya kalau seperti ini harusnya memang diobati dulu, kemudian dimonitoring dan kalau sudah lolos skrining langsung saja disuntikkan,” tuturnya.Hartopo sebelumnya juga menginginkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk terus melakukan vaksinasi jemput bola. Apalagi pada warga Kudus yang sudah masuk masa vaksinasi kedua namun tak kunjung melakukannya.“Ini DKK harus bisa memonitoring kalau mereka sudah masuk masa penyuntikan keduanya tapi belum disuntik juga ya jemput bola,” ujarnya.Baca: Cak Nun Beberkan Vaksin untuk Hati ManusiaHartopo, juga berharap masyarakat mau secara sadar untuk melakukan proses vaksinasi lengkap dan booster untuk memproteksi dirinya dari Covid-19. Bukan hanya sekadar untuk proses administrasi saja.“Mereka yang seperti ini memang butuh pemahaman kembali agar vaksinasinya ini tidak sekedar formalitas saja,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler