Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Peristiwa kebakaran melanda sebuah kandang kambing milik Dedi, warga di Dukuh Kedopok, Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Kamis (12/5/2022) dini hari.

Peristiwa tersebut pun menghanguskan kandang sekaligus membakar lima ekor kambing ternak yang ada di dalamnya.

Kapolsek Dawe AKP Hadi Nurcahyo menjelaskan, penyebab kebakaran diketahui berasal dari api di alat pengusir nyamuk.

“Apinya merembet ke pakan ternak, kondisinya kan kering nah langsung membakar kandang kambing ukuran7 x 3 meter yang terbuat dari bambu itu,” katanya, Kamis pagi.

Peristiwa awal kebakaran, lanjut dia, pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang kebetulan melintas di dekat kandang kambing tersebut.

“Saksi yang diketahui bernama Hendro itu kemudian meminta tolong warga, kemudian dipadamkanlah api itu secara manual dengan menggunakan ember dan peralatan lainnya,” imbuhnya.

Baca: Ganjar Bentuk Tim Bantu ABK Terdampak Kebakaran Kapal di Cilacap
Baca: Ganjar Bentuk Tim Bantu ABK Terdampak Kebakaran Kapal di CilacapAkibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.Sub koordinator Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Munaji menyampaikan, laporan peristiwa kebakaran ini baru masuk pada Kamis pagi.Dia menyampaikan, baru masuknya laporan tersebut dimungkinkan karena warga merasa masih bisa memadamkan api secara swadaya, sehingga tidak ada laporan masuk saat kejadian berlangsung.“Sehingga saat ini kami baru melakukan assessment atas peristiwa itu, secepatnya akan kami laporkan,” pungkasnya Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler