Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.




[caption id="attachment_291246" align="alignleft" width="1280"] Bupati Kudus HM Hartopo saat berkunjung ke stan biji kopi vanila olahan Petani Kudus, di Pameran Kudus Festival Jakarta, beberapa waktu lalu (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]

MURIANEWS, Kudus - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melirik komoditas biji vanila sebagai potensi baru Kudus Kota Empat Negri dan akan diperkenalkan secara luas. Kajian terkait untung-rugi komoditas inipun segera dilaksanakan.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, nilai jual komoditas biji vanila memang tergolong sangat tinggi. Di mana per kilogram vanila gourmet hasil pertanian di Kudus, nilai jualnya bisa mencapai Rp 5 juta.

"Memang punya potensi yang tinggi, maka dari itu akan coba kami kaji untung-ruginya lalu kami perkenalkan ke masyarakat luas," ujar Hartopo, Senin (23/5/2022).

Di Kabupaten Kudus sendiri, baru ada beberapa gabungan kelompok tani (Gapoktan) vanila yang hampir semuanya menanam tanamannya di Pegunungan Muria. Merekalah yang akan diundang untuk membicarakan potensi baru ini.

"Nanti gapoktannya kami undang, rapatnya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan pendukung, Pemkab Kudus berkomitmen akan terus mempromosikan potensi-potensi yang ada di Kota Empat Negri ini," pungkasnya.

Salah satu anggota kelompok tani vanila di Kudus Ali Imron mengatakan, Kudus sudah punya produk pertanian vanila dengan tingkat gourmet, atau paling tinggi kualitasnya. Sehingga tak hayal, harganya bisa mencapai Rp 5 juta per kilogram.

"Kami beri nama Planilla, kadar vanila dalam biji kami adalah sebesar 3 persenan, sementara yang biasa, hanya satu persen bahkan di bawahnya, inilah yang membuat vanila kami istimewa," kata Ali, Minggu.
"Kami beri nama Planilla, kadar vanila dalam biji kami adalah sebesar 3 persenan, sementara yang biasa, hanya satu persen bahkan di bawahnya, inilah yang membuat vanila kami istimewa," kata Ali, Minggu.Biji vanila yang dia panen adalah dari perkebunan vanila para petani di Kabupaten Kudus, atau tepatnya di lereng Pegunungan Muria. Perawatannya pun tidak sembarangan. Sehingga menghasilkan kualitas produk nomor wahid."Pengembangbiakannya sebenarnya sangat mudah, asal ditanam di ketinggian 300 mdpl, tanaman vanila sudah bisa hidup, atau jika di dataran rendah, bisa menggunakan green house, karena itu, bisa saya katakan ini adalah potensi baru Kabupaten Kudus," sambungnya.Dia pun mengaku siap berbagi ilmu merawat tanaman dengan harga buah yang menjanjikan ini, bilamana ada warga Kudus yang ingin berguru. Mereka yang ingin mencobanya, bisa langsung menghubunginya di Warung Kudusan Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus."Harga buah mentahnya saja Rp 200 ribu per kilo, dan saat ini di Jawa Tengah belum banyak daerah yang punya produksi ini, Kudus yang punya kondisi geografis yang mendukung kami rasa vanila ini sangat bisa untuk jadi potensi lokal selain kopi dan parijoto," tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler