Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 83 sapi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah suspek virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Ternak-ternak itu kini tengah dikarantina dan mendapat pengobatan agar sembuh dari virus tersebut.
Sub Koordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus Sidi Pramono menyampaikan, kebanyakan sapi yang terindikasi PMK merupakan sapi-sapi yang baru saja dibeli dari luar daerah.
“Ini yang menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Kami akan terus meningkatkan skrining dan tentunya mengobati yang sudah terjangkit semaksimal mungkin agar penyebaran virus ini tidak luas di Kudus,” katanya, Sabtu (28/5/2022).
Hingga saat ini, hasil pengobatan sapi-sapi tersuspek PMK tersebut bisa dibilang lumayan baik. Di mana sudah ada sebanyak 33 sapi yang dinyatakan sembuh dan sehat kembali.
Baca: 83 Sapi di Kudus Suspek PMK, 33 di Antaranya Sembuh
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi: Petugas Dispertan Kudus tengah menyemprot cairan disinfektan khusus ternak di Pasar Mejobo. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 83 sapi di Kabupaten