Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berencana menghidupkan kembali Alun-Alun Kudus yang lama. Pemerhati sejarah pun memberi catatan mengenai rencana ini.

Alun-alun lama itu, terletak di Taman Menara Kudus, Jalan Sunan Kudus, Dukuh Pejaten, Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kudus.

Akademisi sekaligus pemerhati sejarah dari IAIN Kudus Moh Rosyid mengingatkan ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengerjaannya nanti.

Poin pertama yang harus dilakukan pemkab adalah mendengar masukan dari sejumlah tokoh agama maupun sejarawan yang ada di Kudus. Utamanya mereka yang lahir dan besar di kawasan tersebut.

“Agar ketika nanti direvitalisasi, desain yang bersejarah itu tidak hilang dan masih melekat di dalamnya,” kata Rosyid, Sabtu (28/5/2022).

Baca: Alun-Alun Lama Kudus Bakal Dihidupkan Lagi

Kemudian jika berbicara mengenai desain, Rosyid mengusulkan agar sejumlah bangunan dan ciri otentik alun-alun lama tidak dihilangkan.

Adapun ciri tersebut adalah Masjid Madureksan, Kelenteng Hok Tik Bio, dan pohon beringin tua.“Tiga elemen ini adalah ciri dari alun-alun lama yang juga sebagai simbol toleransi di kawasan Menara, hal-hal itulah yang harus dirembuk bersama antara pemkab dan pihak-pihak terkait lainnya agar nanti pembangunan tidak muspro (sia-sia, red),” tandasnya.Baca: Alun-Alun Lama Kudus Ada di Sini LhoBupati Kudus HM Hartopo pun menyatakan jika saat ini proses menghidupkan kembali alun-alun lama itu mmasih dalam proses pengalihan aset. Ketika proses tersebut rampung, pihaknya akan mulai menganggarkan revitalisasi alun-alun tersebut sehingga bisa digunakan sebagai kawasan budaya.Alun-alun lama sendiri, sejak beberapa tahun terakhit tengah beralihfungsi menjadi taman Menara. Lokasi ini juga menjadi pangkalan tukang ojek menara. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler