Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURINEWS, Kudus – Seratusan lebih ternak sapi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, suspek terpapar virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebagian besarnya kini masih dalam proses perawatan oleh dinas setempat.

“Ada seratusan lebih, sifatnya masih suspek karena ciri-cirinya sama. Namun tidak semua kami kirim sampelnya untuk dilakukan pengujian,” ujar Sub Koordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus Sidi Pramono, Kamis (2/6/2022).

Dia mengatakan, Dispertan telah berupaya melakukan skrining hewan ternak yang masuk di Kudus.

Namun di satu sisi, banyak peternak yang membeli sapi secara langsung dari luar daerah, sehingga proses skrining tidak maksimal.

“Kalau di pasar ternak terus kami melakukan skrining, cuma kalau yang beli petaninya langsung dan tidak melalui pasar ternak ini yang kami kewalahan,” ujarnya.

Baca: Duh, 46 Ternak di Demak Positif PMK
Baca: Duh, 46 Ternak di Demak Positif PMKWalaupun begitu dia memastikan dinas tidak akan lepas tangan. Dia pun meminta kepada para petani yang baru saja membeli hewan ternak dan menemukan sapinya bergejala PMK untuk segera melapor ke pihaknya.“Akan kami tangani semaksimal mungkin, sampai saat ini sendiri hasilnya lumayan baik, sudah ada 40 persenan sapi yang sembuh,” pungkasnya.Dispertan Kudus sendiri, diketahui melakukan pengobatan sapi tersuspek PMK menggunakan sejumlah obat-obatan antibiotik dan vitamin. Dengan dua jenis tipe obat tersebut, diharapkan sapi bisa pulih dan sembuh dari penyakit kawakan itu. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler