Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Namanya Atemi, warga RT 3 RW 1 Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Nenek ini harus menjalani kehidupan pahit di usianya yang sudah senja.

Dia harus tinggal seorang diri di sebuah gubuk seluas tiga meter. Kakinya terluka dan tidak bisa leluasa dalam bergerak, sehingga kesehariannya sebagian besar hanya dihabiskan untuk tidur di kasur.

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan, nenek itu baru dua pekan ini hidup seorang diri di gubuk itu. Tempat tersebut disebutnya dibuatkan kerabatnya.

“Baru dua pekanan ini dia di sana, kakinya terluka, dan kesehariannya bergantung pada orang lain,” kata Satrio, Kamis (2/6/2022).

Baca: Ngenes, Kakek di Kudus Ini Hidup Sendirian di Gubuk Ukuran Dua Meter

Sebelum itu, lanjut Satria, Atemi hidup bersama seorang kerabatnya. Namun entah alasan apa, dia dipisahkan dan dibuatkan gubuk seukuran tiga kali tiga meter tersebut lengkap dengan kasurnya.

Atemi memiliki seorang anak. Namun menurut kabar, nasibnya juga tidak semujur ibunya dan tinggal tak menentu di Kabupaten Kudus.

“Ada yang bilang karena Atemi ini difabel dan akhirnya yang merawat tidak kuat, namun kami belum tahu pastinya, akan kami komunikasikan dengan keluarganya,” ujarnya.Baca: Terlantar Bertahun-tahun, Nenek di Grobogan Ini DievakuasiUntuk saat ini, nenek tersebut telah dievakuasi oleh pihak kecamatan. Satria memastikan akan merawat sakit kakinya terlebih dahulu, untuk kemudian akan dibawa ke panti wreda di Kabupaten Pati atau Jepara.Satria pun berharap kejadian ini tidak terjadi kembali di wilayahnya. Walau begitu, pihaknya mengimbau kepada warganya untuk peduli dengan lingkungan sekitarnya. Bila memang ditemukan kasus serupa, warga diminta segera melapor ke kecamatan.“Kami evakuasi siang tadi, semoga ini kasus yang terakhir seperti ini,” pungkas Satria. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler