Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jumlah Pertashop yang kini tersedia di eks-Karesidenan Pati kini bertambah, menjadi 123 gerai. Pertamina mempunyai target untuk tiap desa atau kecamatan nantinya ada satu Pertashop.

Saat ini total keseluruhan di wilayah Jawa Tengah dan DIY sudah ada sebanyak 1.082 titik gerai Pertashop yang berdiri.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho mengatakan, jumlah unit Pertashop memang terus berkembang selama dua tahun belakangan.

“Sehingga saat ini bisa dibilang hampir merata di semua kabupaten/kota di Jateng dan DIY,” katanya, Jumat (3/6/2022).

Untuk rinciannya sendiri, sambung Brasto, adalah sembilan unit pertashop di Kabupaten Kudus, 28 unit di Kabupaten Pati, 22 unit di Kabupaten Blora, 33 unit di Kabupaten Grobogan, dan 31 unit di Kabupaten Jepara.

Baca: BUMN Rencanakan 10 Ribu Pertashop dalam 3 Tahun

Dia memastikan, PT Pertamina, masih membuka peluang usaha untuk mendirikan Pertashop. Brasto mengatakan, target Pertamina adalah satu desa satu gerai pertashop.

“Jadi seperti program One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa/kecamatan tersedia satu outlet Pertashop,” tambahnya.

Untuk mewujudkannya, Pertamina sendiri telah mengajak partisipasi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah kota, khususnya di wilayah Jawa Bagian Tengah.
Untuk mewujudkannya, Pertamina sendiri telah mengajak partisipasi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah kota, khususnya di wilayah Jawa Bagian Tengah.Untuk membuka Pertashop modal yang dibutuhkan beragam. Investasi terendah, sambungnya, diberi harga kurang lebih Rp 250 juta.Baca: Pemerintah Bakal Buat Aturan untuk Batasi Orang Kaya Beli BBM BersubsidiDari nominal tersebut, investor akan mendapat perangkat modular Pertashop. Nilai tersebut belum termasuk lahan dan ongkos kirim yang disiapkan oleh pengusaha.“Bisnis Pertashop cukup menjanjikan, setidaknya penjualan per hari antara 400 liter bahkan hingga 1 kiloliter seperti yang terjadi di Pertashop Sleman,” sambungnya.Brasto menambahkan, adapun syarat-syarat bagi pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi Pertashop salah satunya harus berbadan hukum seperti CV, PT, maupun Koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).“Hadirnya Pertashop di tengah desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, ini juga merupakan komitmen Pertamina dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler