Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kebanyakan orang tua biasanya mulai cemas bila anaknya mengalami pertumbuhan yang lambat atau malah menunjukkan ciri-ciri stunting. Berbanding sebaliknya, sebagian besar orang tua kemudian merasa lebih ayem bila melihat anaknya tumbuh gendut.

Padahal, kondisi seperti ini seharusnya diwaspadai para orang tua. Bisa jadi, si buah hatinya itu mengalami kegemukan alias obesitas.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah, Nuryanto menyampaikan hal itu dalam Seminar Hari Gizi Nasional, di @Hom Hotel Kudus, Selasa (7/6/2022).

Para orang tua dianjurkan tidak adem ayem saat anaknya terus menerus bertambah berat badannya.

“Memang secara tidak langsung seneng ya anaknya bisa gendut begitu. Cuma kalau berlebihan sangat tidak baik bagi anak,” ujarnya.

Baca: 20 Persen Pegawai Dinkes Grobogan Obesitas

Ketika hal itu terjadi, orang tua harus berperan aktif dalam tumbuh kembang buah hatinya. Konsultasi dengan ahli gizi harus dilakukan untuk mengatur asupan gizi yang seimbang bagi sang anak.
Ketika hal itu terjadi, orang tua harus berperan aktif dalam tumbuh kembang buah hatinya. Konsultasi dengan ahli gizi harus dilakukan untuk mengatur asupan gizi yang seimbang bagi sang anak.“Perlu adanya intervensi soal ini, kalau tidak ingin hal-hal buruk di masa depan terjadi dengan anak,” sambung dia.Baca: Stunting di Jateng Ditarget Turun jadi 14 Persen, Tim Percepatan DibentukHal buruk yang dimaksud Nuryanto sendiri adalah mulai munculnya penyakit-penyakit tidak menular yang disebabkan kegemukan pada anak.“Kalau dilihat memang senang ya. Cuma itu kan lemak semua, nanti makin lama bisa menimbulkan jantung, hipertensi, hingga diabetes, ini yang harus dicegah dengan mengatur kembali asupan gizinya agar seimbang,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler