Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sejumlah pedagang ternak kambing nekat menggelar ternak jualannya di depan Pasar Hewan Gulang, Rabu (8/6/2022). Padahal semua pasar hewan di Kabupaten Kudus ditutup mulai hari ini hingga dua pekan ke depan.

Banyak dari mereka kemudian mengikat ternak-ternaknya di pagar pasar. Ada juga yang mengikatnya di kendaraan pengangkut mereka.

Diperkirakan ada sepuluhan lebih peternak kambing yang nekat berjualan di sana, walau pemerintah daerah mengambil kebijakan menutup pasar hewan selama dua pekan untuk mencegah penularan penyakit PMK.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kudus HM Hartopo meminta kepada semua penjual untuk tetap bisa menaati kebijakan yang ada. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyakit PMK lebih meluas lagi di Kota Kretek.

“Kami harapkan ditaati dahulu demi kebaikan bersama,” kata dia, Rabu (8/6/2022).

Baca: Pasar Hewan Kudus Ditutup, Pedagang Jual Ternak di Pinggir Jalan

Hartopo menambahkan, seharusnya, ketika kebijakan penutupan telah diputuskan, tidak boleh ada pedangan yang menggelar dagangan ternaknya baik di dalam maupun di luar pasar.

“Nanti coba biar dipantau pihak Dinas Peternakan dan Satpol PP, kalau memang masih nekat ya nanti biar ditertibkan,” ujarnya.Pemerintah daerah sendiri, tambah dia, hingga kini terus menerus melakukan perawatan kepada hewan-hewan ternak yang terindikasi terinfeksi PMK. Tracing, tracking dan treatment juga terus dilakukan agar virus kawakan ini tidak meluas di Kudus.Baca: Wabah PMK Bikin Pedagang Daging di Kudus KhawatirMaliq, pedagang ternak asal Kabupaten Demak, berharap pemerintah daerah bisa mencabut regulasi penutupan pasar ternak. Maliq sendiri, hari ini membawa sebanyak 30-an ekor kambing.“Kalau tidak dijual di sini di mana lagi, kalau dirumah tidak ada orang yang tau, satu-satunya penjualan ya di pasar hewan,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler