Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jembatan peninggalan Belanda di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dikeluhkan karena sempit dan sering macet. Sudah banyak usulan agar jembatan yang dikenal dikenal dengan nama Jembatan Karangsambung itu segera diperbaiki.

Pasalnya, Jembatan Karangsambung itu hanya memiliki lebar sekitar 2,5 meter dengan panjang sekitar 50 meter. Dengan jalan yang sempit itu membuat pengguna jalan yang melintas harus harus bergantian.

Bupati Kudus HM Hartopo pun merespon hal ini. Ia mengatakan, alasan mengapa Pemkab Kudus belum bisa membangun jembatan kuno itu adalah karena persoalan ketersediaan anggaran.

“Kalau hanya Rp 5 miliar saja tentu bisa kami pakai APBD, langsung kami bangun. Tapi ini kalau dihitung-hitung habisnya Rp 30 miliar, jadi kami belum bisa,” katanya, Rabu (8/6/2022).

Baca: Jembatan Peninggalan Belanda di Kudus Ini Sempit, Lewat Harus Gantian

Pemerintah daerah, lanjut Hartopo sebelumnya akan membangun ulang jembatan tersebut di tahun 2020 melalui dana Bantuan Gubernur (Bangub). Nilainya pun sama seperti estimasi yakni Rp 30 miliar.
Pemerintah daerah, lanjut Hartopo sebelumnya akan membangun ulang jembatan tersebut di tahun 2020 melalui dana Bantuan Gubernur (Bangub). Nilainya pun sama seperti estimasi yakni Rp 30 miliar.“Namun karena adanya pandemi bangubnya ditarik lagi, kena refocusing, ya sudah belum jadi,” ujarnya.Walau demikian, pihaknya pun kini telah mengajukan kembali pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat dan Bangub ke Pemerintah provinsi Jawa Tengah.“Nanti kalau sudah ada dananya, langsung kami buat yang bagus,” pungkas Hartopo. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler