Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo meminta kepada pengelola laboratorium uji tar dan nikotin di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) untuk terus berinovasi. Selain itu juga diminta lebih aktif dalam promosi maupun mencari calon penguji.

Sehingga ke depannya, laboratorium tersebut bisa menjadi jujukan pabrik-pabrik rokok berskala menengah kecil bila ingin menguji rokok buatannya.

Banyaknya konsumen dari perusahaan rokok yang menggunakan jasa laboratorium kemudian akan berimbas pada pendapatan daerah. Bagaimanapun, laboratorium tersebut menjadi salah satu aset yang harus setor kas daerah.

”Memang selama ini monoton mengalir saja. Kalau ada yang mengujikan ya diuji, kalau tidak ya tidak, ini yang perlu ada pembaharuan atau semacam promosi agar lab ini bisa lebih dikenal lagi dan pendapatannya lebih banyak lagi,” kata dia, Jumat (10/6/2022).

Baca: Ganjar Beri Bantuan Mesin Cetak Bungkus Rokok untuk KIHT Kudus

Pembaharuan alat uji pun dipersilahkan oleh Hartopo agar tetap bisa mengikuti perkembangan zaman dan semakin canggih. Apalagi, tahun ini laboratorium mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 553 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCHT).
Pembaharuan alat uji pun dipersilahkan oleh Hartopo agar tetap bisa mengikuti perkembangan zaman dan semakin canggih. Apalagi, tahun ini laboratorium mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 553 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCHT).”Kalau saya silakan, monggo, alatnya selalu di-upgrade, jangan sampai ikut era lama, apalagi di era tekologi seperti sekarang,” ujarnya.Sampai saat ini sendiri, mulai banyak perusahaan rokok yang memanfaatkan lab tersebut untuk menguji tar dan nikotinnya. Yang paling jauh, adalah seperti dari Jawa Timur bahkan dari luar Jawa juga pernah melakukan uji tar dan nikotin di laboratorium tersebut.”Karena itu hasil dari laboratorium ini harus benar-benar akurat agar kredibilitasnya terjaga, konsumen juga makin percayaa,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler