Inflasi Tinggi, Bukti Masyarakat Kudus Royal Belanja?
Anggara Jiwandhana
Jumat, 10 Juni 2022 18:15:12
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sering mengalami inflasi di tiap bulannya. Yang paling baru, Kudus mengalami sebesar inflasi 0,38 persen, dengan indeks Harga Konsumen (IHK) yakni sebesar 109,86 pada bulan Mei kemarin.
Jumlah tersebut bisa dibilang masih lebih bauk ketimbang bulan-bulan sebelumnya di tahun 2022 ini yang dicatatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus.
Seperti pada bulan Januari yang inflasinya mencapai 0,77 persen dan 0,81 pada bulan Maret kemarin.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kudus bahkan menyebut inflasi adalah lumrah bagi Kabupaten Kudus. Pasalnya, pola belanja masyarakat Kudus bisa dibilang cukuk royal.
Di mana warga akan lebih mengutamakan kualitas barang yang dibeli berapapun harganya. Sehingga, ketika harga produknya naik, mereka akan tetap membelinya.
Baca: Anggaran Penanganan PMK di Kudus Minim, Segini Nilainya
Kondisi seperti itu kemudian didukung dengan rata-rata penghasilan masyarakat Kudus yang tetap, sehingga daya belinya juga selalu terjaga.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Aktivitas di salah satu pasar di Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sering mengalami inflasi di tiap bulannya. Yang paling baru, Kudus mengalami sebesar inflasi 0,38 persen, dengan indeks Harga Konsumen (IHK) yakni sebesar 109,86 pada bulan Mei kemarin.
Jumlah tersebut bisa dibilang masih lebih bauk ketimbang bulan-bulan sebelumnya di tahun 2022 ini yang dicatatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus.
Seperti pada bulan Januari yang inflasinya mencapai 0,77 persen dan 0,81 pada bulan Maret kemarin.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kudus bahkan menyebut inflasi adalah lumrah bagi Kabupaten Kudus. Pasalnya, pola belanja masyarakat Kudus bisa dibilang cukuk royal.
Di mana warga akan lebih mengutamakan kualitas barang yang dibeli berapapun harganya. Sehingga, ketika harga produknya naik, mereka akan tetap membelinya.
Baca: