Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sekitar 30-an benda koleksi Museum Kretek Kudus, Jawa Tengah kembali dilakukan kajian dari sisi nilai historisnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus bersama Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Semarang.

Proses pengkajian, dimulai pada tanggal 30 dan 31 Mei 2022. Hasilnya, kemudian diseminarkan di depan puluhan pegiat sejarah hingga guru-guru sejarah di Kabupaten Kudus di @HOM Hotel, Kamis (16/6/2022).

Subkoordinator urusan pelestarian Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Laila Nur Hayati menyampaikan, ada beberapa hasil yang didapatkan dalam kajian kali ini.

Yang pertama adalah dari koleksi botol-botol Museum Kretek. Laila menyampaikan, dalam botol-botol itu beberapa di antaranya terdapat merk hingga label berasal dari mana botol tersebut berasal.

”Ada yang dari Hamburg Jerman, ada yang dari Jakarta, nah botol-botol ini bila dilihat dari labelnya ini berisi sauce atau perasa rokok yang dibeli masing-masing perusahaan rokok di Kudus pada era itu,” katanya.

[caption id="attachment_296383" align="alignleft" width="1280"] Seminar hasil kajian koleksi Museum Kretek Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]

Kemudian kajian selanjutnya, ada beberapa benda seperti mesin krondo atau perajang cengkih dan penggiling tembakau yang sudah tidak digunakan lagi. Alasannya saat itu adalah karena hasilnya yang tidak maksimal sehingga digantikan oleh mesin.

Baca: Koleksi Museum Kretek Kudus Kembali Dikaji
Baca: Koleksi Museum Kretek Kudus Kembali DikajiSelain itu, ada beberapa barang lain seperti alat perajang tembakau, pelinting rokok dan besut klobot yang di beberapa perusahaan rokok masih digunakan. Sehingga nilai historisnya masih berjalan hingga saat ini.”Ada beberapa wilayah yang masih menggunakannya, seperti di Temanggung itu dia ada yang masih menggunakannya,” ujarnya.Kemudian yang terakhir adalah replika gerobak krangkeng. Di Museum Kretek, Laila mengatakan replika tersebut berbentuk tertutup. Sementara koleksi yang asli adalah ada teralis sebagai jendelanya.Alat tersebut, biasanya dipakai perusahaan rokok untuk mengangkat barang-barang produksi dan biasaya bersifat sewa.“Nah ini yang perlu diperhatikan bila ingin membuat replika yang asli harus sama seperti aslinya karena ada nilai sejarahnya,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler