Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Rokok klobot produksi PR Sukun, di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menarik perhatian pengkaji sejarah yang juga Subkoordinator Urusan Pelestarian Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Semarang, Laila Nur Hayati.

Laila, beserta rombongan sempat mengunjungi PR Sukun untuk mencari data dan menambah literasi guna melakukan kajian pada benda koleksi Museum Kretek Kudus beberapa waktu lalu.

”Kami ke PR Sukun dan melihat bagaimana rokok klobot dibuat. Menarik melihatnya, bagaimana dalam satu meja ada empat orang ibu-ibu pembuat rokok klobot dengan cara yang tradisional,” katanya dalam Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Kretek Kudus di @HOM Hotel Kudus, Kamis (16/6/2022).

Laila pun menceritan bagaimana suasana di tempat produksi rokok klobot PR Sukun itu. Mulai dari semua pekerja yang rata-rata adalah wanita, hingga lincahnya mereka melinting tembakau dengan kulit jagung.

”Tiap orang menghadap satu tampah berisi tembakau, kemudian mereka melintingnya dan mengikatnya dengan benang warna merah atau hijau. Menariknya adalah setelah itu ujung rokoknya dicelupkan ke air gula untuk perasa manisnya,” ujarnya.

Baca: Orisinalitas dan Padat Karya PR Sukun Diacungi Jempol

Kulit jagung tersebut disetrika menggunakan setrika arang hingga menjadi lurus dan mudah dilinting (digulung) layaknya rokok umum.
Kulit jagung tersebut disetrika menggunakan setrika arang hingga menjadi lurus dan mudah dilinting (digulung) layaknya rokok umum.Bentuk rokok setelah dilinting juga sangat berbeda dibanding rokok pada umumnya. Rokok klobot, akan berbentuk kerucut setelah dilinting menggunakan tangan.Ia menyebutkan, dari keterangan PR Sukun jumlah produksi rokok klobot disesuaikan dengan pesanan. Ketika pesanannya banyak, maka jumlah produksinya juga akan ditambah.“Jadi produksi rokoknya tidak menentu di tiap harinya,” pungkasnya.Bungkus rokok klobot memang berbeda 180 derajat dari rokok kretek maupun filter. Jika rokok lain terbuat dari kertas, bungkus rokok klobot ini terbuat dari kulit jagung. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoh

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler