Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Jumlah ternak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang terindikasi terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencapai 452 ekor. Semuanya merupakan ternak sapi dan kerbau.
Dari jumlah itu, 12 di antaranya, sudah dilakukan tes dan diketahui positif PMK. Sementara sisanya, tidak dilakukan pengambilan sampel dan pengetesan. Namun, tetap diobati laiknya hewan ternak yang terpapar virus PMK.
”Data tersebut per tanggal 29 Juni kemarin, memang cukup banyak yang terindikasi virus ini,” kata Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus Agus Setiawan, Kamis (30/6/2022).
Walau begitu, Agus memastikan jumlah ternak yang sembuh usai dilakukan perawatan juga terus bertambah. Sehingga kini jumlahnya tersisa hanya sekitar 137 ekor.
”Kabar baiknya adalah perawatan yang kami lakukan pada ternak-ternak bergejala menunjukkan hasil yang baik. Suspek yang sembuh juga ada di angka 282 ternak, ya walaupun ada yang dipotong paksa sebanyak 31 ekor dan mati ada dua ekor,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Dispertan Kudus mengecek kesehatan hewan di Pasar Hewan, Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Jumlah ternak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang terindikasi terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencapai 452 ekor. Semuanya merupakan ternak sapi dan kerbau.
Dari jumlah itu, 12 di antaranya, sudah dilakukan tes dan diketahui positif PMK. Sementara sisanya, tidak dilakukan pengambilan sampel dan pengetesan. Namun, tetap diobati laiknya hewan ternak yang terpapar virus PMK.
”Data tersebut per tanggal 29 Juni kemarin, memang cukup banyak yang terindikasi virus ini,” kata Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten