Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, belum menemukan adanya sapi kurban yang terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Kretek. Pemkab pun mengklaim jika semua hewan ternak yang disembelih di Kudus bebas dari PMK.

Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dispertan Kudus Sidi Pramono menyampaikan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan di sejumlah masjid di sembilan kecamatan di Kudus.

”Hasilnya tidak ada, bisa dikatakan semua sehat dan terbebas dari PMK,” kata dia di sela pemantauan lapangan di Masjid Agung Kudus, Senin (11/7/2022).

Ia menyebut, sebagian besar panitia kurban juga telah paham apa yang harus dilakukan bila ditemukan ternak kurban bersuspek PMK. Sehingga pihaknya tidak terlalu khawatir akan hal ini.

”Kami sebelum ini kan sudah mengedukasi mereka dan kami rasa mereka juga sudah paham apa yang harus dilakukan bila ditemukan kasus PMK pada ternak,” ujarnya.

Baca: Belum Ditemukan Cacing Hati Pada Hewan Kurban di Kudus

Timnya sendiri, lanjut Sidi, masih akan memantau kesehatan hewan ternak yang dikurban hingga Selasa (12/7/2022) besok.
Timnya sendiri, lanjut Sidi, masih akan memantau kesehatan hewan ternak yang dikurban hingga Selasa (12/7/2022) besok.”Selain memeriksa ternak kurban ber-PMK, kami juga melakukan pengecekan pada hati sapi untuk mencari apakah ada ternak yang terkena cacing hati, hasilnya saat ini juga masih nihil,” tambahnya.Dispertan mengaku tidak bisa memantau semua masjid yang menggelar penyembelihan kurban di Kabupaten Kudus terkait hal ini.Oleh karenanya, dia menganjurkan bila ditemukan cacing hati pada hati sapi atau ternak lainnya, maka disarankan untuk dibuang bagian hati yang terkena cacing saja.”Begitu pula kalau ditemukan rumahnya, sebaiknya bagian itu dibuang saja karena memang tidak layak dikonsumsi,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler