Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Pusaka peninggalan Sunan Kudus, Keris Kiai Cinthaka dan tombak trisula dijamas. Penjamasan dua pusaka itu dilakukan di komplek Makam Sunan Kudus, Kamis (14/7/2022).
Sebelum dijamas, kedua pusaka terlebih dahulu dikeluarkan dari tempat penyimpanan berbentuk kotak berbahan kayu. Kotak tersebut disimpan di atap bangunan tajuk.
Sebuah cairan yang disebut banyu londho, yang memiliki kegunaan untuk mempertahankan warna hitam dan kilapnya keris pun disiapkan. Keris dan tombak trisula, kemudian dicelupkan ke dalam air tersebut sebanyak tiga kali.
Setelah tiga kali celupan ke air pencucian, keris langsung dikeringkan di atas tumpukan sekam ketan hitam dalam nampan. Kemudian, keris diberi wewangian dan dikembalikan seperti semula dengan diiringi bacaan selawat.
Baca: Pusaka Sunan Kudus Dijamas, Begini Urut-Urutan Prosesnya
Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Denny Nur Hakim mengatakan, penjamasan rutin diadakan setiap hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyrik.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Pusaka peninggalan Sunan Kudus, Keris Kiai Cinthaka dan tombak trisula dijamas. Penjamasan dua pusaka itu dilakukan di komplek Makam