Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali mengalami fluktuasi. Harga pada pekan ini pun turun di angka Rp 12.050 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga tembus Rp 12.500 per kilogram.
Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf menyampaikan, harga saat ini sudah kembali stabil. Namun harganya masih terbilang tinggi.
”Namun sudah cukup turun dari kemarin yang sampai Rp 12.500, itu perajin sempat menjerit,” kata dia Kamis (21/7/2022).
Pihaknya pun belum mengetahui pasti mengapa harga kedelai mengalami fluktuasi. Namun berkaca dari yang sudah-sudah, kenaikan disinyalir karena adanya perubahan kurs dolar dan kenaikan pada indeks perdagangan.
Baca: Jokowi Geregetan, Punya Lahan Luas Tapi Jagung dan Kedelai Masih Impor
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kedelai untuk bahan baku tahu dan tempe. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Harga kedelai impor di Kabupaten