Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Program subsidi kedelai untuk produsen tahu dan tempe di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diharapkan terys berlajut. Program itu sendiri sedianya akan berakhir akhir Juli 2022 ini.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf mengungkapkan hal tersebut, Kamis (21/7/2022).

Menurut dia, produsen masih membutuhkan subsidi tersebut selagi harga kedelai masih tinggi.

Selama ini banyak produsen merasa dilema dengan tingginya harga kedelai yang saat ini sudah tembus Rp 12.050 per kilogram.

”Mereka sebenarnya dilemma. Mau dinaikkan harga komoditasnya tapi nanti takut tidak laku, giliran ada penyesuaian bentuk produknya nanti dikomplain pembeli, jadi serba dilema mereka,” katanya.

Baca: Produsen Tahu Tempe di Kudus Diberi Subsidi Kedelai

Dia pun mengungkapkan dengan harga seperti ini, permintaan kedelai memang masih cukup stabil. Namun, beberapa kali juga sempat lesu karena produksi di tingkat pengrajin ikut menurun.
Dia pun mengungkapkan dengan harga seperti ini, permintaan kedelai memang masih cukup stabil. Namun, beberapa kali juga sempat lesu karena produksi di tingkat pengrajin ikut menurun.”Karena itulah kami berharap program subsidi ini berlanjut setidaknya sampai harga normal kembali,” tandasnya.Sebagai informasi, seratusan produsen tahu dan tempe di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mendapat subsidi dari pemerintah untuk membeli bahan baku kedelai yang kini harganya tembus Rp 12.050 per kilogram. Masing-masing dari mereka, mendapat subsidi sebesar Rp 1.000 per kilogram.Baca: Harga Kedelai di Kudus Alami Fluktuasi Pekan IniDi Kabupaten Kudus ada 169 anggota Primkopti yang mendapat subsidi. Mereka sebelumnya mendaftar dulu jauh-jauh hari untuk memudahkan pendataan. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler