Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Sebuah literasi penyiaran yang kini tengah dibangun di masyarakat Indonesia dinilai bisa menangkal adanya perpecahan bangsa hingga perundungan yang kerap terjadi di masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat dalam seminar Forum Masyarakat Peduli Penyiaran Komunitas, Kualitas, dan Konvergensi media di Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (22/7/2022)
Dalam sambutannya, Rerie panggilan akrabnya mengatakan, ketika sudah terbentuk masyarakat yang melek dengan literasi penyiaran, maka tidak akan lagi ada perpecahan di Indonesia baik dengan skala kecil apalagi besar.
”Tentu kita ingat bagaimana masyarakat Indonesia nyaris porak-poranda karena sebuah disinformasi yang sengaja dimainkan. Itu bisa terjadi karena tidak adanya literasi penyiaran yang baik di masyarakat,” katanya.
Baca: Siswa Baru SMPN 5 Kudus Dikenalkan dengan Literasi
Dia menambahkan, penyiaran juga sangatlah berperan dalam menjaga keutuhan negara Indonesia yang beragam suku budaya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Lestari Moerdijat dalam seminar tentang literasi penyiaran di Universitas Muria Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Sebuah literasi penyiaran yang kini tengah dibangun di masyarakat Indonesia dinilai bisa menangkal adanya perpecahan bangsa hingga perundungan yang kerap terjadi di masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat dalam seminar Forum Masyarakat Peduli Penyiaran Komunitas, Kualitas, dan Konvergensi media di Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (22/7/2022)
Dalam sambutannya, Rerie panggilan akrabnya mengatakan, ketika sudah terbentuk masyarakat yang melek dengan literasi penyiaran, maka tidak akan lagi ada perpecahan di Indonesia baik dengan skala kecil apalagi besar.
”Tentu kita ingat bagaimana masyarakat Indonesia nyaris porak-poranda karena sebuah disinformasi yang sengaja dimainkan. Itu bisa terjadi karena tidak adanya literasi penyiaran yang baik di masyarakat,” katanya.
Baca: