Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, didorong untuk memberdayakan para pelaku seni di Kota Kretek. Pemberian kesempatan untuk pentas di berbagai hajat pemerintah pun diharapkan bisa diberikan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Jawa Tengah M Nur Khabsyin dalam dialog kebudayaan pagelaran Seni Barongan di Rumah Makan Kampoeng Sawah Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Senin (1/8/2022).

”Ketika mereka punya kesempatan untuk tampil di berbagai acara, itu bisa menumbuhkan motivasi generasi muda untuk ikut memiliki kesenian tradisional di daerahnya itu,” kata Khabsyin.

Ia mencontohkan seni barongan Kudus yang saat ini mulai diisi generasi muda karena mendapatkan kesempatan tampil di berbagai acara.

”Mereka akan merasa mendapatkan apresiasi dan semangat. Anak muda yang mendapatkan apresiasi tentunya akan tertarik dengan kesenian tradisional, sehingga nantinya akan semakin berkembang,” pungkasnya.

Baca: Mitos Warga Desa Barongan Kudus Dilarang Pakai Ayam Putih Mulus saat Buat Selamatan

Pengamat sejarah dan budaya, Edy Supratno menambahkan, kesenian tradisional kuat ketika ada ikatan dengan daerahnya sendiri. Kesenian tradisional juga terbangun karena ada sejarahnya.
Pengamat sejarah dan budaya, Edy Supratno menambahkan, kesenian tradisional kuat ketika ada ikatan dengan daerahnya sendiri. Kesenian tradisional juga terbangun karena ada sejarahnya.”Sejarah itulah yang harus dikuatkan agar tidak mudah punah,” pungkasnya.Achmadi, salah satu pegiat seni mengakui kesenian barongan yang dikelolanya saat ini diisi generasi muda, sedangkan yang tua hanya tersisa beberapa orang.Bahkan, kata Achmadi, perkembangan seni barongan di Kudus mengalami berkembangan pesat karena setiap desa muncul komunitas barongan.”Jika sebelumnya hanya dua grup barongan, kini berkembang bisa sampai tiga grup untuk setiap desanya, ini adalah efek dari diberi kesempatan,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler