Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sebuah pabrik tas di RT 4 RW 3 Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terbakar Kamis (4/8/2022) sore.  Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Camat Jati Fiza Akbar menyebut, tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Namun si jago merah melahap atap  dan isi dari bangunan itu.

”Kejadian kali pertama diketahui pukul 15.30 WIB oleh warga setempat,” kata dia di lokasi kejadian.

Dugaan kuat, api berasal dari korsleting jaringan listrik di pabrik. Percikan api kemudian merambat ke bahan baku produksi tas. Hingga akhirnya merambat ke semua isi bangunan.

”Empat mesin jahit dan satu mesin skuba ikut terbakar habis,” ujarnya.

Baca: Kandang di Kudus Kebakaran, 19 Kambing Terpanggang

Atas peristiwa ini, dia pun mengimbau pada masyarakat di Kabupaten Kudus untuk memastikan semua listrik dalam keadaan layak pakai. Apalagi jika berkaitan dengan produksi skala besar.”Karena dari peristiwa yang sudah-sudah, banyak peristiwa kebakaran yang disebabkan arus pendek,” pungkasnya.Bejo Slamet, salah satu pegawai menambahkan, para pekerja  sedang berada di gudang sebelah saat terjadi kebakaran. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.”Alhamdulillah selamat semua, tidak ada yang mengalami luka juga,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler