Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 34 orang dilibatkan dalam pembuatan luwur Makam Sunan Kudus, di kompleks Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah. Para perewang ini tidak boleh asal-asalan, dan harus selalu menjaga wudu.

Menurut kebiasaan turun temurun, dalam pembuatan luwur aneka motif itu, sang perewang memang dianjurkan untuk dalam keadaan suci. Atau bisa dipahami menjaga wudunya dan berpakaian yang bersih, sehingga tidak ada kotoran yang ikut menempel di luwur baru.

”Kalau tradisi khusus tidak ada. Cuma ya itu diusahkan untuk terus suci saat membuat kain-kain luwur,” kata Koordinator Seksi Luwur Ahmad Arinal Haq di sela pembuatan luwur, Sabtu (6/8/2022).

Selain itu, beberapa perewang utamanya dari kalangan sepuh juga kerap membaca selawat ataupun berzikir saat membuat luwur.

”Ketika mereka lelah kemudian berhenti sejenak, lalu selawat lagi sembari membuat luwur. Ya mungkin karena dari kami ingin yang terbaik untuk hasilnya, sehingga usaha dan niatnya juga harus baik pula,” sambung Arinal.

Baca: Luwur Baru Makam Sunan Kudus Mulai Dibuat dan Dipasang

Proses pembuatan dan pemasangan luwur sendiri, akan berlangsung hingga tanggal 8 Agustus 2022 mendatang. Dengan luwur yang terakhir dipasang adalah di dalam cungkup Makam Sunan Kudus.

”Kalau yang lainnya lebih fleksibel, kami lakukan blok per bloknya,” pungkas Arinal.Sebelumnya, Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YMKSK) mencopot luwur lama dan menggantinya dengan luwur-luwur baru yang mereka buat sendiri. Ada sejumlah motif dalam pembuatan luwur tersebut.Baca: Makam Sunan Kudus Tanpa Luwur, Kental Nilai HistorisMulai dari motif melati, unthuk banyu, kompol, wiru, ranjam, tenger, kemul, dan langitan. Masing-masing luwur tersebut ditempatkan di tempat yang berbeda.Seperti motif langitan yang dipasang di atas cungkup dan di luar cungkup makam serta unthuk banyu yang berada di luar mengitari makam. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler