Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Namanya adalah Bubur Asyura. Kuliner unik ini disajikan setahun sekali di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tepatnya, disajikan saat prosesi Buka Luwur Sunan Kudus di bulan Muhharam.

Bahan dari bubur asyura, terbilang sangat beragam. Bahan utamanya, tentu saja beras. Kemudian ditambah bahan lain seperti kacang tanah, kacang tolo, kacang kedelai, dan kacang hijau. Ada juga singkong, ketela rambat, hingga jagung dan pisang.

Sementara bahan-bahan pelengkapnya, ada daun pandan, serai, kayu manis dan garam. Tak lupa, ada bumbu gulai dan perasan kelapa atau santan yang membuat bubur jadi gurih. Bahan-bahan tersebut, kemudian dimasak secara berurutan.

Baca: Bubur Asyura, Khas Buka Luwur Sunan Kudus yang Terbuat dari Sembilan Bahan

Yang pertama adalah beras, kacang-kacangan, sinkong, ketela rambat, dan jagung. Bahan itu direbus satu per satu. Sembari menunggu rebusan, santan kemudian dimasak hingga mendidih.

”Setelahnya masukkan bahan-bahan lainnya satu per satu, dan diaduk sampai merata kurang lebih selama tiga jam,” kata Humas Humas Panitia kegiatan tradisi buka luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis, Minggu (7/8/2022).

Setelah matang, bubur diletakkan di dua wadah berbeda bentuk. Yakni, takir atau daun pisang yang dibentuk pincuk dan Samir atau model piring dari daun pisang.Kemudian, bubur ditaburi Sembilan macam bahan, yakni tahu, tempe, ikan teri, udang, telur, srundeng, jeruk bali, kecambah, dan irisan cabai.”Taburan tersebut sudah turun temurun dari jaman dahulu. Yang jelas menambah rasa dari bubur asyura,” imbuhnya.Kharis mengatakan, bubur asyura hanya dibagikan pada sejumlah masyarakat di lingkup Masjid Menara dan makam Sunan Kudus saja. Sehingga, jumlah bubur yang disajikan hanya berkisar seribuan porsi saja. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler