Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Pati bekerja sama dengan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kawasan Muria memberikan edukasi dan bimbingan teknik pembuatan dan penggunaan biopestisida di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sasarannya, adalah para petani buah-buahan di kawasan aliran Sungai Muria. Adapun pelaksanaan bimtek, dilakukan di Balai Desa Ternadi, Kecamtatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/8/2022).

Kepala Balingtan Pati Wahida Annisa Yusuf mengatakan, sudah saatnya para petani juga ikut mementingkan kesehatan hasil buah panennya. Sehingga tidak melulu tentang kuantitas panen, melainkan kualitas buah panennya.

”Salah satunya adalah dengan menggunakan biopestisida ini, petani bisa menghasilkan buah yang berkualitas dan sehat,” katanya di sela pelatihan pembuatan biopestisida di Balai Desa Ternadi Kudus.

Dia menyampaikan, memang secara instan, penggunaan biopestisida tidak terlihat. Namun jangka panjangnya akan sangat baik untuk tanaman maupun petani.

”Karena inilah kami getol menyosialisasikan ini, kami damping para petani, kami beri mereka pelatihan terkait bagaimana caranya membuat biopestisida yang murah dan bahannya tersedia semua di sini, tentunya juga efektif untuk mencegah hama,” sambungnya.

Sampai saat ini, penggunaan biopestisida memang masih terbilang minim untuk skala yang besar. Namun pihaknya yakin ketika sudah mengetahui efek dari penggunaan pestisida nabati itu, mereka akan beralih secara perlahan.”Memang menambah tenaga untuk membuat biopestisida, tapi dampak baiknya juga akan terasa setelahnya,” pungkas dia.Ketua Forum DAS sekaligus Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus Hendy Hendro menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk merehabilitasi lahan dan juga melakukan konservasi bibit buah unggul khas kawasan aliran Sungai Muria.”Penandatangan MoU juga kami lakukan dengan Balingtan sebagai bentuk komitken kami terhadap kepedulian kami terhadap ini,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler