Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, akan mengoptimalkan penggunaan Pusat Daur Ulang (PDU) Kudus untuk mereduksi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo.

PDU sendiri merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan sudah diserahterimakan kepada Pemkab Kudus Juli 2022 kemarin.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, PDU yang berlokasi di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu bisa memproses sampah hingga 10 ton per hari. Baik sampah organik ataupun nonorganik.

”Ini akan mulai kami maksimalkan, supaya bisa mengurangi sampah yang masuk ke sana (TPA, red),” katanya, Selasa (23/8/2022).

Untuk mendukung pengoptimalan PDU, Hartopo pun meminta masyarakat mulai memilah sampah ketika akan dibuang. Sampah organik dikumpulkan, begitu pula dengan yang nonorganik.

”Bukan persoalan ada nilainya atau tidak, tapi kami harapkan masyarakat juga bisa sadar memilah sampah supaya memudahkan pengolahannya,” ujarnya.

Baca: Pemkab Kudus Siapkan Ratusan Juta untuk Uruk Sampah di TPASelain itu, Pemkab Kudus kini juga mulai menggandeng pihak swasta untuk mengolah sampah-sampah organik. ”Persoalan sampah memang butuh sinergitas bersama, semoga bisa mengurangi persoalan ini,” tandasnya.Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan, PDU Kudus kini sudah mulai beroperasi. Hanya memang baru sebatas pengolahan sampah organik.”Nanti hasilnya masih kami pergunakan sendiri untuk ruang terbuka hijau,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler