Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Salah seorang penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Penyuluh itu mendapat anugerah penyuh teladan tingkat nasional.

Dia adalah Moh Ali Hamidy Ekopranoto, yang berhasil mendapatkan peringkat 10 besar se-Indonesia. Ali juga mewakili Provinsi Jawa Tengah dan berhasil tembus nominasi tersebut.

Penyerahan penghargaan dilakukan pada akhir Agustus 2022 lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Dispertan Kudus Catur Sulistiyanto pun mengapresiasi Ali. Dia, dianggap telah membawa nama baik Kudus ke kancah nasional.

”Saya sangat bangga kepada Mas Ali yang telah membanggakan Kabupaten Kudus dan satu-satunya perwakilan di Jateng sebagai penyuluh teladan. Ini sebagi cerminan, yang berarti Kudus itu bisa,” katanya, Rabu (7/9/2022).

Baca: Anak Indigo Menerawang Bungkusan Pocong Berfoto Gadis di Kudus, Begini Katanya

Dia berharap, akan ada penyuluh-penyuluh lainnya yang berprestasi seperti Ali. Atau bahkan bisa melebihi torehannya saat ini.
Dia berharap, akan ada penyuluh-penyuluh lainnya yang berprestasi seperti Ali. Atau bahkan bisa melebihi torehannya saat ini.”Di Kudus sendiri ada 44 orang penyuluh yang tersebar di sembilan kecamatan. Terdiri dari 21 orang PNS dan 23 orang PPPK, ini bisa jadi teladan untuk mereka,” tandasnya.Sementara Ali Hamidy mengungkapkan, dalam acara tersebut ia mengajukan tiga inovasi. Yakni penyuluhan pertanian di masa pandemi Covid-19, Penyuluhan Pertanian di Era Globalisasi dan Industri 4.0, dan Penyuluhan Pertanian di Era Society 5.0.Konsep inovasinya tersebut, masuk sepuluh besar dari 30 penyuluh pertanian se-Indonesia.”Total ada 30 penyuluh pertanian se Indonesia, dan saya masuk 10 besar dari perwakilan penyuluh di Jateng. Tentu menggembirakan, semoga ini bisa mengangkat nama Kudus,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler