Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Harga komoditas cabai di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada pekan ini, mahal, yakni sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu, untuk cabai merah keriting. Bupati Kudus HM Hartopo pun mengungkapkan sebabnya.

Menurut laporan yang diterima Hartopo, kenaikan harga itu dipicu pasokan cabai di tingkat produsen yang tengah menyusut. Apalagi, keran impor cabai keriting merah kini tengah ditutup oleh pemerintah.

”Jadi ya memang sedikit sekali suplai cabainya, sehingga harga langsung naik karena permintaannya juga terbilang masih sama,” katanya, Kamis (8/9/2022).

Dia mengungkapkan, pemerintah daerah akan tetap berupaya mengendalikan kenaikan harga di Kabupaten Kudus semaksimal mungkin. Sehingga masyarakat tetap bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

”Bisa nanti melalui pasar murah dan juga bantuan langsung tunai,” pungkasnya.

Baca: Harga Cabai di Kudus Makin Pedas, Pedagang Justru Khawatir

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno menambahkan, petani cabai kini memang tengah menurunkan jumlah produksinya.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno menambahkan, petani cabai kini memang tengah menurunkan jumlah produksinya.Hal tersebut dikarenakan sebelum ini, harga cabai anjlok hingga akhrinya petani memilih untuk mengurangi tanam cabainya.”Yang biasanya bisa tanam lima hektare kini hanya dua hektare, jadi memang pasokannya menurun,” ungkapnya.Baca: Pesan Jokowi untuk Emak-emak: Tanam Cabai di Pekarangan RumahPihaknya kini terus mengawasi harga cabai di tingkat pedagang. Jangan sampai momen ini jadi momen para pedagang untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler