Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berpotensi kembali mengalami inflasi pada September tahun 2022 ini.  Hal tersebut dikarenakan naiknya harga sejumlah bahan pokok, seperti telur dan cabai.

Kepala Bidang (Kabid) Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengatakan, dua komoditas tersebut kini memang tengah stabil di harga tinggi.

Di mana cabai, kembali melambung di angka Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram. Sementara komoditas telur berada di harga Rp 27 ribu per kilogram.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga akan menjadi pemicu inflasi yang tak terelakkan di Kota Kretek.

”Kalau dilihat sampai saat ini, komoditas telur dan cabai akan jadi komoditas yang menjadi salah satu penyumbang inflasi di September nanti,” katanya, Jumat (9/9/2022).

Baca: Inflasi dan BBM Naik, Pemkab Kudus Siap-Siap Gelontorkan BLT

Imam mengungkapkan, inflasi sebenarnya menunjukkan daya beli masyarakat di suatu daerah yang sedang tinggi walau terjadi kenaikan harga. Hanya memang, akan menjadi masalah bilamana angkanya berlebihan.

”Kudus sebenarnya masih aman. Cuma memang kami akan berupaya sebaik mungkin menekan angka inflasi tersebut dengan cara menekan kenaikan harga,” pungkasnya.Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi di Kabupaten Kudus, kini sudah melebihi angka inflasi di Provinsi Jateng bahkan Nasional. Baik secara tahun kalender maupun year on year, Kudus lebih tinggi.Baca: Inflasi di Kudus Lebihi Jateng dan NasionalTingkat inflasi Kudus secara tahun kalender adalah sebesar 4,09 persen, sedangkan Jateng 3,87 persen dan nasional 3,63 persen. Sementara bila dilihat secara year on year, tingkat inflasi Kudus berada di angka 5,06 persen, sedangkan Jateng 5,03 persen dan nasional 4,69 persen.BPS pun merekomendasikan agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bisa segera menjalankan program-program strategis. Utamanya untuk menekan kenaikan harga bahan pokok. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler