Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Masan mengajak para anggota dewan lain untuk memotong gaji untuk membantu warga terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ia menyarankan pemotongan gaji sebesar 20 persen dari take home pay dan dimulai bulan depan.

Uang hasil potongan gaji masing-masing anggota dewan, bisa digunakan untuk memberi bantuan mereka yang membutuhkan.

”Jadi bukan hanya sekadar menolak saja, tapi bagaimana wujud nyata kita untuk meringankan beban masyarakat yang sedang terkena dampak kenaikan ini," kata Masan di akhir sidang paripurna DPRD Kudus, Kamis (15/9/2022).

Adapun bentuk bantuan yang bisa saja diberikan adalah berupa sembako ataupun uang tunai. Penerima bantuan, harus disaring dan dipastikan terlebih dahulu agar dalam pemberian bantuan nanti tepat sasaran.

”Saya ini mengajak rekan-rekan DPRD sekalian, kan ya kami sering melakukan hal ini, bukan baru kali ini saja, jadi ya nanti teman-teman mau tidak," pungkasnya.

Baca: DPRD Kudus Imbau Penyaluran BLT BBM Diawasi KetatSementara Sekretaris Fraksi PAN HD DPRD Kudus Endang Kursistiyani menyebutkan, bahwa ini adalah sebuah niat dan langkah yang sangat bagus. Hanya, hal sebaik ini perlu dipersiapkan dengan matang agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran.PAN sendiri, lanjut Endang, sangat siap mendukung ajakan Ketua DPRD Kudus itu.”Kalau dari kami sangat siap, hanya itu tadi perlu ada kajian berapa besarannya siapa penerimanya, jangan sampai nanti menimbulkan polemik, karena sangat tidak mungkin hasil patungan dari 20 persen potongan gaji kami bisa mencukupi semua masyarakat yang terdampak ini," tandasnya. Repoter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler