Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Harga komoditas telur dan cabai keriting di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada akhir pekan ini mulai mengalami penurunan. Di mana harga telur yang biasanya berada di harga Rp 27 ribu, kini mulai menurun di harga Rp 26 ribu.

Sementara cabai keriting yang sempat menyentuh harga Rp 75 ribu, di akhir pekan ini harganya sudah mencapai Rp 55 ribu hingga Rp 57 ribu saja.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengatakan, sejumlah komoditas lain seperti beras, bawang merah dan bawang putih kini juga masih menunjukkan kestabilan harga.

”Secara umum harganya stabil, telur dan cabai rawit keriting saat ini juga sudah mulai stabil,” kata dia Sabtu (17/9/2022).

Walaupun begitu, pihaknya akan terus mengawasi fluktuasi harga yang bisa saja berubah sewaktu-waktu. Mengingat dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak juga masih terasa.

”Tentunya kami selalu monitoring harga-harga ini agar masyarakat juga masih bisa membeli dengan harga yang wajar dan mencegah pedagang berbuat nakal soal harganya,” ujarnya.

Baca: Inflasi Kembali Intai Kudus di Bulan September
Baca: Inflasi Kembali Intai Kudus di Bulan SeptemberKabupaten Kudus pada bulan September ini diprediksi akan kembali mengalami inflasi.Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi di Kabupaten Kudus, sudah melebihi angka inflasi di Provinsi Jateng bahkan nasional. Baik secara tahun kalender maupun year on year, Kudus lebih tinggi.Tingkat inflasi Kudus secara tahun kalender adalah sebesar 4,09 persen, sedangkan Jateng 3,87 persen dan nasional 3,63 persen. Sementara bila dilihat secara year on year, tingkat inflasi Kudus berada di angka 5,06 persen, sedangkan Jateng 5,03 persen dan nasional 4,69 persen.BPS pun merekomendasikan agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bisa segera menjalankan program-program strategis. Utamanya untuk menekan kenaikan harga bahan pokok. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler