Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – PT Djarum menggelar pelatihan Revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kudus tahun 2022. Acara yang dihelat selama enam kali pertemuan ini diikuti 52 desa dampingan dan tujuh Bumdes yang terpilij mendapatkan pelatihan.

Pelatihannya, digelar sejak Agustus hingga 4 September 2022 di Wisma Karyawan Djarum Ploso. Kegiatan ini sendiri ditujukan untuk memberdayakan dan mengembangkan BUMDes di Kabupaten Kudus Jawa Tengah.

Deputy General Manager PT Djarum Achmad Budiharto menyampaikan, pelatihan ini ditujukan kepada BUMDes yang belum memiliki legalitas badan hukum namun sudah memiliki kegiatan usaha yang berjalan.

Pihaknya mendorong para BUMDes untuk terus berinovasi dan memiliki legalitas untuk kelancaran usaha ke depannya.

”Agar secara berangsur terjadi capital-in ke desa, bukan sebaliknya, BUMDes mesti didorong untuk mengembangkan kegiatan ekonominya. Selain itu, BUMDes mesti memiliki legalitas badan hukum untuk mempermudah kerja sama dengan pihak lain,” kata dia dalam siaran pers, Kamis (22/9/2022).

Embrio geliat bisnis BUMDes, lanjut dia, sebenarnya mulai terlihat di Kabupaten Kudus. Dia mencontohkan BUMDes Tunjungseto Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus yang selama Januari sampai Agustus 2022 telah mencatatkan pemasukan sebesar Rp 87,7 juta.

Baca: Diperiksa 5 Jam, Eks Dirut BUMDes Berjo Karanganyar Langsung DitahanKemudian BUMDes Murakabi Gondosari, Kecamatan Gebog yang telah berhasil menyumbangkan Rp 33,7 juta ke PADes pada 2020 lalu. Namun memang, Budiharto sepakat tidak semua BUMDes di Kudus seperti dua BUMDes tersebut.Berdasarkan data, ada sekitar 42 persen BUMDes yang hanya sekadar papan nama saja tidak ada usahanya. Selain itu, sampai September 2022 baru 37 BUMDes yang mendapatkan sertifikat badan hukum, padahal ada 63 BUMDes di Kudus.”Ini menjadi tantangan besar yang perlu kita jawab bersama. BUMDes semestinya mampu menggerakkan ekonomi pedesaan yang sustainable, PT Djarum akan turut membantu menghadapi tantangan ini,” pungkasnya Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler