Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Jumlah permintaan kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menurun hingga 30 persen. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan harga pada komoditas utama produk tahu-tempe tersebut akibat naiknya harga BBM.

Harga kedelai impor sendiri, kini berada di angka Rp 12.700 per kilogram. Sementara sebelum ada kenaikan harga BBM, harga jual kedelai impor masih berkisar Rp 12.300 per kilogram.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf mengatakan, kenaikan harga jual kedelai saat ini memang dipengaruhi kenaikan harga BBM.

”Biaya transportasi kirim dari Semarang ke Kudus memang naik dari Rp 60 per kilogram, ke Rp 85 per kilogram, sehingga harga kedelai juga disesuaikan dengan tambahan biaya operasional tersebut,” ucap Ma'ruf Selasa (27/9/2022).

Baca: Kedelai Impor Mahal, Primkopti Kudus Mulai Sediakan Produk Lokal

Untuk menyiasati hal itu, Primkopti mulai menyediakan kedelai lokal untuk mencukupi kebutuhan produsen tahu tempe di Kudus. Hal tersebut dilakukan menyusul semakin tingginya harga kedelai impor di pasaran.

Harga kedelai lokal sendiri memang lebih murah 700 perak ketimbang harga kedelai impor.
Harga kedelai lokal sendiri memang lebih murah 700 perak ketimbang harga kedelai impor.Ma'ruf mengungkapkan, harga kedelai lokal saat ini stabil di angka Rp 12 ribu. Perajin pun sudah bisa membeli kedelai tersebut di Primkopti Kudus.Baca: Harga Tahu di Kudus Naik Rp 3 Ribu per PapanWalau begitu Ma'ruf mengungkapkan ketersediaan kedelai lokal memang belum sebanyak kedelai impor. Mengingat pasokannya juga belum lama ini dilakukan dan masih terkendala keterbatasan lahan tanaman kedelai di Indonesia.”Baru-baru ini kami terima stok dari Kabupaten Pati, tapi ya itu, stoknya tersisa 3 ton saja,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler