Permintaan Kedelai di Kudus Turun Akibat Kenaikan Harga BBM
Anggara Jiwandhana
Selasa, 27 September 2022 18:12:14
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Jumlah permintaan kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menurun hingga 30 persen. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan harga pada komoditas utama produk tahu-tempe tersebut akibat naiknya harga BBM.
Harga kedelai impor sendiri, kini berada di angka Rp 12.700 per kilogram. Sementara sebelum ada kenaikan harga BBM, harga jual kedelai impor masih berkisar Rp 12.300 per kilogram.
Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf mengatakan, kenaikan harga jual kedelai saat ini memang dipengaruhi kenaikan harga BBM.
”Biaya transportasi kirim dari Semarang ke Kudus memang naik dari Rp 60 per kilogram, ke Rp 85 per kilogram, sehingga harga kedelai juga disesuaikan dengan tambahan biaya operasional tersebut,” ucap Ma'ruf Selasa (27/9/2022).
Baca: Kedelai Impor Mahal, Primkopti Kudus Mulai Sediakan Produk Lokal
Untuk menyiasati hal itu, Primkopti mulai menyediakan kedelai lokal untuk mencukupi kebutuhan produsen tahu tempe di Kudus. Hal tersebut dilakukan menyusul semakin tingginya harga kedelai impor di pasaran.
Harga kedelai lokal sendiri memang lebih murah 700 perak ketimbang harga kedelai impor.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pekerja tengah mengolah kedelai untuk diproduksi menjadi tahu di Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Jumlah permintaan kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menurun hingga 30 persen. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan harga pada komoditas utama produk tahu-tempe tersebut akibat naiknya harga BBM.
Harga kedelai impor sendiri, kini berada di angka Rp 12.700 per kilogram. Sementara sebelum ada kenaikan harga BBM, harga jual kedelai impor masih berkisar Rp 12.300 per kilogram.
Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten