Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu terjadinya inflasi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada September 2022. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi di Kudus mencapai 1,65 persen dengan indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,50.
Kepala BPS Kabupaten Kudus Rahmadi Agus Santosa mengungkapkan, Kudus memang menjadi wilayah tertinggi dalam hal penggunaan BBM khususnya pertalite dan pertamax dibanding lima daerah pembanding lainnya.
Sehingga tidak dapat dipungkiri pada penghitungan inflasi bulan September, Kudus menjadi wilayah yang paling tinggi tingkat inflasinya.
Adapun kota pembanding tersebut adalah Kota Cilacap yang mengalami inflasi 1,11 persen, kemudian Kota Purwokerto 1,15 persen, Kota Surakarta 1,30 persen, Kota Semarang 1,13 persen, dan Kota Tegal sebesar 1,09 persen.
”Kenaikan harga BBM di Kudus ini menyumbang persentase sebesar 1,27 persen sendiri dari total inflasi, yang paling tinggi dibanding komoditas-komoditas lain yang juga naik dan menyebabkan inflasi total bulan September sebesar 1,65 persen ini,” ucap Rahmadi dalam jumpa pers, Rabu (4/10/2022).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga di Kudus mulai mengantre isi BBM jelang kenaikan harga. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu terjadinya inflasi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada September 2022. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi di Kudus mencapai 1,65 persen dengan indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,50.
Kepala BPS Kabupaten Kudus Rahmadi Agus Santosa mengungkapkan, Kudus memang menjadi wilayah tertinggi dalam hal penggunaan BBM khususnya pertalite dan pertamax dibanding lima daerah pembanding lainnya.
Sehingga tidak dapat dipungkiri pada penghitungan inflasi bulan September, Kudus menjadi wilayah yang paling tinggi tingkat inflasinya.
Adapun kota pembanding tersebut adalah Kota Cilacap yang mengalami inflasi 1,11 persen, kemudian Kota Purwokerto 1,15 persen, Kota Surakarta 1,30 persen, Kota Semarang 1,13 persen, dan Kota Tegal sebesar 1,09 persen.
”Kenaikan harga BBM di Kudus ini menyumbang persentase sebesar 1,27 persen sendiri dari total inflasi, yang paling tinggi dibanding komoditas-komoditas lain yang juga naik dan menyebabkan inflasi total bulan September sebesar 1,65 persen ini,” ucap Rahmadi dalam jumpa pers, Rabu (4/10/2022).
Baca: