Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 1,65 persen. Angka tersebut pun disebut Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus sebagai titik tertinggi inflasi di Kudus dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Sebelum ini, inflasi paling tinggi di Kabupaten Kudus terjadi pada April tahun 2022 kemarin. Di mana saat itu angkanya menembus 1,27 persen dikarenakan kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

”Namun September kemarin Kudus berada di titik inflasi tertingginya selama tiga tahun terakhir, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jadi pemicu utamanya,” kata Kepala BPS Kudus Rahmadi Agus Santosa, Rabu (4/10/2022).

Selain menjadi inflasi tertinggi selama tiga tahun terakhir, inflasi di Kabupaten Kudus pada bulan September ini juga menjadikan Kudus sebagai kota dengan inflasi tertiggi di Jawa Tengah.

Baca: Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi di Kudus

Bila dibandingkan dengan lima daerah pembanding lain, Kudus bercokol di peringkat pertama dengan inflasi sebesar 1,65 persen.

Adapun kota pembanding tersebut adalah seperti Kota Cilacap yang mengalami inflasi 1,11 persen, kemudian Kota Purwokerto 1,15 persen, Kota Surakarta 1,30 persen, Kota Semarang 1,13 persen, dan Kota Tegal sebesar 1,09 persen.
Adapun kota pembanding tersebut adalah seperti Kota Cilacap yang mengalami inflasi 1,11 persen, kemudian Kota Purwokerto 1,15 persen, Kota Surakarta 1,30 persen, Kota Semarang 1,13 persen, dan Kota Tegal sebesar 1,09 persen.Inflasi Kudus di September ini juga melebihi angka inflasi di Jawa Tengah dan nasional. Di mana untuk Jateng tingkat inflasi September sebesar 1,19 persen dan nasional 1,17 persen.Baca: Sukses Tangani Inflasi, Pemkab Kudus Dikucuri Rp 10,4 MiliarWalau demikian, bila dilihat dari tahun kalender dan year on year, inflasi di Kudus masih relatif rendah dibanding daerah pembanding lainnya. Di mana untuk inflasi tahun kalender, angkanya berada di 5,81 pesen. Sementara untuk year on year, angkanya ada di 6,83 peren.”Masih dalam taraf aman untuk target inflasi tahunan pemerintah pusat,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler