Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Anting barcode bertujuan sebagai penanda jika ternak tersebut telah menerima vaksinasi dan aman dari virus PMK.

Barcode tersebut juga berfungsi sebagai identitas ternak. Mulai dari keterangan pemilik ternak hingga berasal dari mana ternak tersebut.

Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sidi Pramono mengungkapkan, pemasangan hingga kini masih dilakukan secara bertahap. Disesuaikan dengan alokasi barcode yang diterima oleh Kabupaten Kudus.

”Kami lakukan secara bertahap, namun untuk targetnya adalah sejumlah populasi, di mana ada sekitar 9.000-an ternak sapi dan kerbau,” katanya, Jumat (28/10/2022).

Baca: Ternak di Kudus Segera Diberi Anting Barcode, Mirip PeduliLindungi

Kabupaten Kudus, sendiri, sambung dia, kini memang tengah bebas dari virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Walau begitu, penggenjotan vaksinasi PMK akan tetap dilakukan pemerintah.”Kami ingin memastikan agar semua ternak di Kudus khususnya sapi dan kerbau ini semua sehat dan terbebas dari PMK, hari ini kami mulai jalan vaksinasi kembali,” ujarnya.Masing-masing sapi, rencananya akan menerima tiga kali suntikan vaksin dengan jumlah dosis per suntikannya sebanyak 2 ml.  Suntikan pertama ke kedua punya jeda empat pekan dan suntikan kedua ke suntikan ketiga punya jeda selama enam bulan. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler