Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arif Budi Siswanto mengungkapkan, pihaknya telah melelang penambahan mesin pompa tersebut beberapa waktu lalu.

”Pemenang lelangnya juga  sudah ada dengan nilai penawaran mencapai Rp 2,38 miliar, saat ini mulai kami kerjakan,” ucapnya, Jumat (4/11/2022)

Arif menyampaikan berdasarkan spesifikasi yang ada, mesin tersebut akan menyedot sekitar 500 liter air per detiknya. Sehingga diharapkan bisa memberi andil dalam penanganan banjir untuk ke depannya.

Baca: Mesin Sempat Ngadat, BBWS Kirim Lagi Pompa untuk Sedot Banjir di Kudus

Pemkab sendiri, lanjut dia, kini telah memiliki dua pompa air yang memang berfungsi untuk menyedot genangan banjir yang kerap terjadi di sana saat musim hujan.

”Dua mesin juga masih dalam kondisi baik, namun semoga tahun ini banjir tidak menerpa Kudus secara keseluruhan,” pungkasnya.
”Dua mesin juga masih dalam kondisi baik, namun semoga tahun ini banjir tidak menerpa Kudus secara keseluruhan,” pungkasnya.Desa Jati Wetan di Kecamatan Jati sendiri kerap menjadi desa yang sering banjir saat hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Kudus.Ada beberapa dukuh yang biasanya tergenang akibat luapan sungai wulan yang melewati desa tersebut. Di antaranya adalah Dukuh Tanggulangin  dan Dukuh Gendok.Pengalaman sebelumnya, ketika terjadi banjir di Desa Jati Wetan dan sekitarnya, air yang menggenangi pemukiman  biasanya akan surut dalam waktu lama. Hal tersebut dikarenakan kekuatan mesin pompa yang saat ini masih minim. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler