Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Kabupaten Kudus Mundir mengungkapkan, lebar talut yang jebol sekitar 20-an meter. Limpasan air sempat menggenangi belasan rumah di Desa Mijen dan Desa Kedungdowo.

Namun saat ini, limpasan air sudah berangsur surut. ”Kejadiannya semalam, saat ini sudah dilakukan penanganan,” katanya, Jumat (11/11/2022).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya, untuk total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 40 juta.

”Karena talut yang sebelah kiri itu juga gabung dengan rumah warga, akibatnya ada satu bangunan yang ikut rusak,” sambungnya.

Untuk langkah selanjutnya, BPBD bersama warga dan sejumlah elemen terkait akan mulai membersihkan tumpukan sampah yang menumpuk di bawah jembatan. Dengan harapan, ketika terjadi hujan deras, maka aliran sungai bisa normal kembali.

”Kami tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama soal perbaikan taludnya,” ujarnya.

Baca: Perilaku Buang Sampah di Sungai Masih Ditemui di PatiBPBD Kabupaten Kudus telah memetakan kecamatan-kecamatan rawan bencana. Di mana dari sembilan kecamatan, delapan kecamatan di Kudus mempunyai potensi bencana yang berbeda.Kemudian dari Januari hingga September 2022 kemarin, sudah ada 98 peristiwa kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Kudus.Adapun rinciannya adalah sebanyak 53 kejadian angin kencang, 16 kejadian banjir, dan 29 kejadian tanah longsor. Jumlah tersebut diprediksi masih akan bertambah bila dilihat dari peningkatan curah hujan yang terjadi di Kudus baru-baru ini. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler