Ada Aduan Warga Meninggal Sengaja ”Dicovidkan”, Begini Repon Bupati Kudus
Anggara Jiwandhana
Rabu, 16 November 2022 16:05:12
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hartopo pun memastikan jika tidak ada fasilitas kesehatan (faskes) di Kudus yang memvonis Covid-19 pasiennya tanpa alasan. Semua dilakukan dengan prosedur yang pasti.
”Covid-19 saat ini memang sedang naik di Kudus, makanya rumah sakit melakukan skrining sebelum menerima pasien untuk diketahui apakah pasien ini kena Covid-19 atau tidak. Jadi bukan serta merta dicovidkan, sudah melalui proses skrining dahulu itu,” ujar Hartopo, Rabu (16/11/2022).
Pihaknya pun berharap masyarakat Kudus juga bisa semakin mengerti. Bila memang salah satu anggota keluarga meninggal dalam keadaan positif Covid-19, maka diharapkan pemakamannya menggunakan protokol kesehatan.
”Jadi memang perlu diketahui bersama, semua juga demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Baca: Enam Pasien Covid-19 di Kudus Meninggal Sebulan Terakhir
Hartopo kembali menginstruksikan semua faskes di Kudus untuk menyiagakan kembali ruang isolasi Covid-19.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



